Munas FoZ ke-7 Juga Bahas Zakat sebagai Aspek Peningkatan Kesejahteraan Sosial

Munas FoZ ke-7 Juga Bahas Zakat sebagai Aspek Peningkatan Kesejahteraan Sosial

0 24

ALHIKMAH.CO,– Sesi diskusi di perhelatan Munas Forum Zakat (FoZ) ke-7 ditutup dengan pembahasan zakat sebagai aspek peningkatan kesejahteraan sosial. Mengusung tajuk Social Welfare: Reinventing Social Capital, diskusi ini dihadiri Rois Syuriah PBNU Masdar Farid Mas’udi dan Divisi pengembangan Baznas, Ahmad Mukhlis Yusuf.

Ahmad meyakini konsep Social Capital ini sebagai solusi kesejahteraan rakyat. Sebab ia adalah corak-corak kehidupan sosial jaringan-jaringan, norma-norma, kepercayaan yang menyanggupkan para partisipan untuk bertindak bersama lebih efektif untuk mengejar tujuan bersama.

“Ukhuwah sebagai landasan social capital, dan mewujudkannya melalui gerakan zakat, berupa akuntabilitas dan sinergi para penggiat zakat itu sendiri,” kata Ahmad di Hotel Savoy Homann-Bandung, Rabu (06/05/2015).

Ahmad menerangkan lebih lanjut, yang dimaksud sinergi adalah akuntabilitas organisasi Baznas dan LAZ (Amil yang amanah). Baik dari segi penyaluran, pemberdayaan, peningkatan kualitas SDM (red_amil) yang takwa dan kompetensi. Ditambah dengan komunikasi dan edukasi ZISWAF. Semua itu, imbuh Ahmad, akan menghasilkan kesejahteraan sosial yang nyata (social welfare).

“Social Welfare adalah keadaan sejahtera yang meliputi jasmaniah, rohaniah, dan sosial untuk mengoptimalkan potensi kemanusiaannya,” jelas mantan Pemimpin kantor berita Antara ini.

Sementara itu, Masdar menambahkan guna mewujudkan kesejahteraan dan keadilan, perlu mengubah mindset, zakat sebagai suatu kewajiban yang bersifat moral-sosial. Revolusi pemaknaan ini, menurut calon komisioner Baznas, akan berdampak pada perubahan pola pikir dan pemaknaan masyarakat ketika membayar zakat. Dengan demikian, zakat akan dibayarkan dengan ikhlas sebagai kewajiban ilahiyat demi kemaslahatan bersama. (dita/ed.pnurullah/alhikmah)