MUI Keluarkan Fatwa Terkait Pemimpin Ingkar Janji

MUI Keluarkan Fatwa Terkait Pemimpin Ingkar Janji

0 55

ALHIKMAHCO,– Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas masalah strategis kebangsaan dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V, 7-10 Juni 2015 lalu. Salah satu yang dibahas adalah terkait pemimpin yang tidak menaati (inkar) janjinya.

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar, Badruzzaman, saat ini banyak pemimpin yang dalam kampanyenya menjanjikan sesuatu yang terlalu ideal. Sebab itu, dalam Ijtima’ tersebut, MUI memutuskan haram hukumnya jika calon pemimpin publik menjanjikan sesuatu sebagai imbalan untuk memilihnya, dan jika pemimpin inkar janji tentu dia berdosa..

“Karena masuk dalam kategori risywah (suap),” katanya, ditemui Alhikmah di kantor MUI Jabar, Kamis (11/06/2015).

Jika calon pemimpin tersebut, lanjutnya, menjanjikan suatu kebijakan yang tidak berlawanan dengan syariah dan mengandung kemaslahatan, maka ia wajib menunaikan janjinya. Badruzzaman menekankan, mengingkari janji yang bisa membawa kemaslahatan umat hukumnya pun haram.

“Sebaliknya, jika ia berjanji sesuatu yang bertentangan dengan agama, masyarakat tidak boleh menaati pemimpin tersebut,” jelas doses Fakultas Ushuludin UIN Bandung tersebut. Ia menambahkan, bahkan seharusnya, pemimpin tersebut tidak untuk dipilih rakyat.

Dalam ijtima’ tersebut, MUI pun mengharuskan para calon pemimpin memiliki kompetensi dan kemampuan di bidangnya. Sehingga, ia mampu menjalankan amanah dan janji yang telah dibuatnya.

“Semua calon pemimpin perlu melakukannya, baik itu legislatif, yudikatif, dan eksekutif,” terangnya. (Aghniya/Alhikmah)