MUI: Islam Kuasai Politik, Tak Ada Tempat Bagi Valentine Days

MUI: Islam Kuasai Politik, Tak Ada Tempat Bagi Valentine Days

3 44

ALHIKMAH.CO,– Para pemimpin di negeri ini bertanggung jawab terhadap bangsa dan umat untuk keselamatan generasi dari pengaruh-pengaruh yang merusak akhlak dan akidah. Termasuk dari pengaruh valentine days. Demikian sepenggal pendapat dari Ketua MUI bidang Kebudayaan dan Kesenian, Chalil Ridwan selepas jumpa pers, Senin (09/02/2015).

Melihat kebudayaan Barat ini, Ustadz Cholil mengatakan MUI sebenarnya telah lama mengeluarkan fatwa haram merayakan valentine. Hanya saja, tambahnya, kekuatan MUI sendiri bukan kekuatan eksekutif. MUI hanya lembaga yang memberikan advokasi, nasehat, dan bimbingan.

Ustadz Cholil berpendapat, perayaan Valentine yang dilakukan sebagian umat muslim pun tak terlepas dari ditetapkannya Kalender Masehi sebagai kalender nasional. Karena menurutnya, bila berpatok pada Kalender Hijriyyah tidak akan ada Hari Valentine. Tidak akan ada pula pertentangan awal puasa dan lebaran, tambahnya.

“Ini kan berulang setiap tahun itu akibat negatif kita tidak percaya dengan apa yang kita punya,” tandasnya di Hotel Inna Garuda-Yogyakarta.

Terkait tema pembahasan kongres, Ustadz Chalil berpendapat, solusi efektif agar umat Islam tidak terjerat kebudayaan Barat itu dengan menguasai bidang politik itu sendiri. “Karena kalau kekuasaan politik kita pegang, larangan merayakan valentine, tinggal dibuat undang-undangnya saja, selesai,” tandasnya. (pnurullah/alhikmah)