MUI Gelar Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta

MUI Gelar Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta

0 50

ALHIKMAH.CO,– Mengingat pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam, Majelis Ulama Indonesia kembali menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Yogyakarta pada (8-11/02/2015). Kongres rutinan tiap lima tahun sekali itu, membahas Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban.

“Tema yang diangkat kali ini mencakup kepentingan bersama seluruh elemen dan lapisan umat Islam Indonesia. Sebab umat Islam perlu mengonsolidasikan diri menghadapi tantangan kini dan akan datang yang semakin berat kompleks dan variatif,” kata Ketua Umum MUI Din Syamsudin.

Menurut Din, berbicara bangsa Indonesia, berbicara umat Islam karena jumlahnya yang mayoritas. Karenanya kualitas umat Islam turut menentukan wajah bangsa. Jika sekarang umat Islam menghadapi fenomena kemunduran peran di pelbagai aspek kehidupan, tambahnya, maka masalah ini patut menjadi bahan evaluasi.

“Populasi umat Islam di negara ini memang masuk hitungan. Tapi belum menjadi faktor yang diperhitungkan pihak lain,” jelasnya.

Karenanya, Din Syamsudin menilai KUII ini merupakan momentum yang strategis untuk memusyawarahkan serta menghasilkan solusi tepat penguatan peranan umat islam di berbagai bidang tadi.

KUII nantinya, kata Din, akan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan diberikan antara lain kepada Presiden RI. Selain itu, juga rekomendasi kepada ormas-ormas Islam, karena kongres ini juga merupakan pertemuan puncak ormas-ormas Islam.

Terkait persoalan bagaimana agar bisa menjaga keputusan kongres dalam tolak ukur yang jelas, menurut Din, itu bisa diatasi dengan dibentuknya Badan Pekerja. Tugasnya, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan rekomendasi KUII di ormas-ormas Islam Indonesia. Itu kemudian menjadi rujukan bagi penyelenggaraan KUII selanjutnya untuk lima tahun mendatang.

“Sebenarnya sejak dua kongres terakhir, sudah ada pikiran untuk membentuk Badan Pekerja (BP), yang bekerja setelah kongres. Keputusan kongres sendiri tidak mengikat bagi ormas. Dan kita akui, untuk kongres yang lalu, BP kurang optimal sehingga dalam kongres sekarang, perlu hal itu dibahas,” ujarnya.  (pnurullah/alhikmah/rol)