Muhammad Assad Paparkan Lima Makna Pokok Seorang Entreperneur

Muhammad Assad Paparkan Lima Makna Pokok Seorang Entreperneur

0 57
pict.twitter

ALHIKMAH.CO,– Dalam perhelatan Pesta Wirausaha 2015 Indonesia Juara MEA yang digelar Komunitas Tangan Di Atas (TDA), praktisi keuangan syariah yang juga entrepreneur muda Indonesia Muhammad Assad berbagi ilmu soal Makna Pokok Entrepreneur.

“Menurut saya, enterpreneur itu ada lima poin pokok. Pertama good vision, seorang enterpreneur harus mempunyai visi yang baik. Jadi apa yang belum terpikir oleh kompetitor, kita sudah memikirkannya lebih dulu,” ujar CEO Rayyan Capital di Gedung Sasono Adi Guno-TMII Jakarta, (04/04/2015).

Kedua, imbuh Assad, seorang enterpreneur harus memiliki kemampuan menciptakan suatu barang biasa menjadi berharga (creating value added). Karena dunia enterpreneur ini lebih kepada cara berpikir. Bagaimana kemudian, misalnya ia mengubah barang seharga “pasir” menjadi seharga “berlian”.

“Contoh bisa kita lihat pada Pak Anis Baswedan. Sebelum beliau jadi menteri dia seorang rektor, tapi rektor yang mempunyai value added. Karena beliau mempunyai sebuah program yang namanya Indonesia mengajar, bagaimana dia bisa meng-created anak-anak bangsa yang pintar untuk berkontribusi di daerah terpencil. Dan apa yang terjadi, banyak perusahaan-perusahaan yang langsung menerima anak-anak itu,” tutur penanggung jawab acara Hijab Stories di salah satu stasiun TV swasta ini.

Masih pendapat Muhammad Assad, poin ketiga dari makna pokok entrepreneur yaitu dia yang bisa melihat peluang yang orang lain tidak mengetahuinya atau tidak terbayang. Singkatnya, melakukan sebuah inovasi yang out of the box.

Poin keempat adalah berjuang sekuat yang dibisa walaupun peluangnya sedikit atau terdengar tidak mungkin. Assad merasakan betul, menjalani dan mengawali bisnis itu tidak mudah, maka untuk mencapai ke tingkat sukses, pelbagai tekanan untuk mundur harus dilawan.

“Yang namanya tekanan itu satu paket dengan kesuksesan. Tidak mungkin ada orang yang sukses tapi dia tidak pernah gagal. Kesuksesan itu proses dan tidak bisa dihasilkan dalam sekejap, jadi memang harus ada perjuangan,” kata Assad memotivasi ribuan peserta yang hadir.

“Jika kita punya mindset yang betul, mental yang betul, in sya Allah pasti bisa melaluinya,” lanjutnya.

Terakhir, Assad berpesan dalam menjalankan usaha tidak serta merta orientasinya bisnis. Bagaimana kemudian melalui bisnis yang sedang dijalankan ini bisa memberikan dampak dan manfaat yang baik kepada masyarakat seluas-luasnya (giving back to society). (Dita/Alhikmah)