Mudzakarah Haji Keluarkan Rekomendasi Istithaah Kesehatan

Mudzakarah Haji Keluarkan Rekomendasi Istithaah Kesehatan

0 28

ALHIKMAH.CO,– Selain menghasilkan lima bulir perbaikan penyelenggaraan haji, Mudzakarah Perhajian juga menghasilkan rekomendasi tentang istitha’ah (kemampuan) kesehatan calon jamaah haji. Terdapat dua butir rekomendasi yang dihasilkan para peserta mudzakarah.

“Rekomendasi pertama, meminta pemerintah segera membuat regulasi setingkat surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri terkait penyelenggaraan ibadah haji,” ujar peneliti Puslitbang Pendidikan Agama Kemenag Husen Hasan Basri di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Kamis (26/02/2015) malam.

“Pemerintah agar membuat regulasi bersama dalam bentuk keputusan bersama tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perhubungan) terkait batasan jamaah haji Indonesia yang memenuhi istitha’ah kesehatan,” lanjutnya.

Rekomendasi kedua, imbuh Husein, meminta pemerintah menyosialisasikan istitha’ah kesehatan haji kepada masyarakat. “Ini agar tidak terjadi pemahaman yang keliru,” lanjutnya.

Husen mengatakan, ada sejumlah poin pertimbangan terkait istitha’ah kesehatan haji. Pertama, istitha’ah kesehatan ialah bagian dari kewajiban melaksanakan ibadah haji.
Kedua, identifikasi status kesehatan jamaah dilakukan sejak dini, yakni minimal sembilan bulan menjelang keberangkatan. “Itu dilakukan secara akurat,” kata Husen.

Menurut Husein, kewajiban ibadah haji menjadi gugur saat status kesehatan calon jamaah masuk kategori tunda, mengidap penyakit menular, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan. Sedangkan, bagi para difabel (keterbatasan fisik) tidak menjadi halangan berhaji.

“Bagaimanapun, pemerintah tetap berkewajiban memberi perhatian terhadap disabilitas yang dialami jamaah tersebut,” ujar Husen.

Lalu tambah Husein, mereka yang mengalami keterbatasan fisik bisa melakukan safari wukuf atau badal haji. Penetapan jamaah haji yang disafariwukufkan atau dibadalhajikan mesti ditentukan berdasarkan indikasi medis Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan. Terakhir, konsep istitha’ah dalam perspektif fikih mengacu pada beberapa pendapat yang sudah dianggap mutabarah. (pnurullah/alhikmah/rol)