MIUMI : Kemungkaran yang Dibiarkan Akan Menjadi Lazim di Masyarakat

MIUMI : Kemungkaran yang Dibiarkan Akan Menjadi Lazim di Masyarakat

0 110

ALHIKMAHCO,– Gencarnya kemunculan kemunkaran di tengah masyarakat tentu tak bisa dibiarkan. Menurut aktivis Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Dr. Anung Al Hamat, sikap mengabaikan seperti itu, bisa menyebabkan masyarakat terbiasa melihat perilaku yang dilarang-Nya.

“Jika kemunkaran dibiarkan, tak ada satu pun komponen masyarakat yang bergerak menindaknya, masyarakat akan menganggap perkara itu lazim,” katanya, dalam halaqah Pegiat Dakwah Ahlu Sunnah (PEDAS), Selasa (23/2/2015).

Ia melanjutkan, jika sudah melekat dan menjadi bagian dari masyarakat, tentu kemunkaran akan sulit untuk diubah. Dr. Anung mengumpamakan salah satu lokalisasi terbesar di Jakarta. Karena sudah lama prostitusi dibiarkan hidup, masyarakat tak ambil pusing lagi dengan perbuatan itu.

“Dan pada akhirnya, ada orang-orang yang berani bermaksiat terang-terangan. Dampak parahnya sikap abai itu adalah kemaksiatan bisa dilakukan dengan alaminya, tanpa rasa malu,” tutur Dr. Anung. “Tinggal menunggu waktu saja sampai kehancuran negeri tersebut,” lanjutnya.

Sebab itu, ia menjelaskan, agar sebuah negeri tak hancur, perlu ada sekelompok orang yang mau menggerakkan peran amar ma’ruf nahi munkar (menyeru pada kebaikan, mencegah pada kemunkaran). Ia berpendapat, umat Islam perlu disatukan dan diperkuat hatinya untuk sedini mungkin membasmi kemaksiatan.

“Memadamkan api itu harus sejak ia masih menyala kecil. Kalau sudah berkobar besar, susah. Justru apinya akan merembet kemana-mana,” pungkasnya. (Aghniya/Alhikmah)