Mengupas Fiqh Wanita dalam Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 30-35

Mengupas Fiqh Wanita dalam Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 30-35

0 354

ALHIKMAH.CO,– Dalam pemaparannya tentang tafsir QS Al Ahzab ayat 30-35, Ustadz Hanan Attaqi menjelaskan tentang fiqh bagi wanita dalam ayat tersebut. Yaitu terkait hukum keluar rumah bagi seorang wanita muslim, cara berpakaian, cara berdandan, dan cara berbicara dengan lawan jenis.

“Terkait keluar rumah, saya mengambil pendapat ulama yang membolehkan wanita keluar rumah asal dengan tiga syarat yaitu kondisi aman, mendapat izin dari suami, dan memungkinkan dalam hal waktu maksudnya perjalanan tersebut bisa diminimalkan waktunya, sehingga tidak terlalu lama,” ungkap Ustadz Hanan Attaqi.

Menurut Ustadz Hanan, dalam masalah fiqh ada yang dinamakan kaidah darurat, yaitu membolehkan yang tidak boleh dalam kondisi darurat. Namun, perlu dicatat jika ada dua kondisi darurat, maka ambilah kondisi yang paling ringan.

Sementara dalam QS Al Ahzab ayat 33, ada kata ‘tabbaruj’ (bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah). “Menurut tafsir Syaikh Al Mujahid, Tabbaruj itu memiliki empat arti, yang pertama tabbaruj adalah ketika seorang perempuan sendirian berada di tengah laki-laki. Kedua, tabbaruz atau berdandan seperti jahiliyah, yaitu kalau seorang perempuan memakai gelang tangan dan kaki lalu sengaja dibunyi-bunyikan untuk menarik perhatian orang lain sehingga orang lain itu menganggap bahwa ada seorang wanita cantik disini,” terang Ustadz Hanan dalam pemaparannya di Kajian rutin Miska dan Demoss.

Ia melanjutkan, arti tabbaruj ketiga yaitu menyingkapkan penutup kepalanya, sehingga terlihat rambut, telinga, dan leher atau dengan kata lain tidak berhijab. Keempat, yang dikatakan tabbaruj juga memakai pakaian yang terlalu tipis atau transparan, serta membentuk lekukan tubuh (ketat).

“Kemudian jangan berlebih-lebihan dalam berdandan, cara berbicara dengan lawan jenis seperti dalam QS Al Ahzab ayat 32 janganlah kamu melemahlembutkan ucapan, maksud ucapan disini suara dan text/tulisan sehingga bisa membangkitkan nafsu orang yang memiliki penyakit hati,” ujar Ustadz Hanan, Senin (23/11/2015)

Terakhir, dalam QS Al Ahzab ayat 34, jadikanlah rumah sebagai tempat untuk pendidikan utama bagi keluarga. “Usahakan untuk melakukan taklim di rumah sendiri, sehingga suami/ayah anak-anak bisa memberikan pelajaran dan ingat harus komitmen terus menjalankannya, misalnya membaca satu hadits setiap hari sehabis subuh cukup 3 menit saja, dan insya Allah akan selalu diingat seluruh anggota keluarganya,” pungkasnya. (dita/alhikmahco).