Menguak Hubungan Venesia dan Dunia Islam

Menguak Hubungan Venesia dan Dunia Islam

0 19

ALHIKMAHCO,– Pembaca, tak dinyana Venesia memiliki hubungan erat dengan dunia Islam, terutama perdagangan. Tanpa bermitra dagang dengan Muslim, kata profesor seni dari Universitas Massachusetts, Walter Denny, dalam artikelnya yang berjudul ‘’Venesia dan Dunia Islam’’, kejayaan Venesia tidak pernah ada.

Tanpa menjalin hubungan dengan dunia Islam, Venesia hanyalah sebuah kampung nelayan. Karena kontribusi dunia Islam inilah, Venesia berkembang menjadi kota maritim yang mampu mendominasi perdagangan di kawasan Mediterania sejak abad ke-12 hingga ke-16. Kala itu, sutra, rempah-rempah, karpet, keramik, mutiara, kristal, dan logam tiba diimpor dari dunia Timur ke Venesia.

Sebaliknya, barang-barang seperti garam, kayu, linen, wol, beledu, dan amber tiba di kota-kota pelabuhan dunia Islam. Tak hanya mengangkut barang dagangan, kapal-kapal dari Venesia juga dimanfaatkan Muslim di Tunis, Djerba dan Alexandria untuk mengangkut para jamaah haji ke Makkah.

Pedagang dan penjelajah asal Venesia, Marco Polo adalah salah satu tokoh yang menyebarkan informasi rinci mengenai dunia Timur ke Eropa. Lahir pada 15 September 1254, Marco Polo pernah mengunjungi Timur Tengah dan menelusuri Jalan Sutra. Ia pergi ke Cina pada masa pemerintahan Dinasti Mongol.

Marco Polo terkenal dengan kisah-kisahnya yang menarik dan unik bagi bangsa Eropa pada masa itu. Dalam salah satu kisah, Marco Polo mengaku bertemu unicorn atau kuda bertanduk satu di Pulau Sumatera. Rupanya, yang ditemui Marco Polo bukanlah kuda bertanduk satu, melainkan badak Sumatera.

Tak hanya Marco Polo. Kisah-kisah menarik tentang dunia Timur juga diceritakan banyak pedagang dan petualang Venesia lainnya. Banyak dari mereka yang mengungkap ketertarikana terhadap dunia Islam. Seorang pemuda Venesia bernama Alessandro Magno membuat lukisan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim di Alexandria dan Kairo. Magno juga bercerita, banyak pemuda dan bangsawan Venesia yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar bahasa Arab. [] (rol)

BERITA TERKAIT