Mengintip Pembinaan Rutin Polisi Mulai dari Kultum, Shalat Jamaah, hingga Ngaji di...

Mengintip Pembinaan Rutin Polisi Mulai dari Kultum, Shalat Jamaah, hingga Ngaji di Mapolda Jabar

Masjid Al Aman Mapolda Jabar

ALHIKMAH.CO – Jam dinding sudah menunjukkan sekitar pukul sembilan pagi, sepenggalan matahari terbit, sinarnya belum terasa panas di kulit. Dari kejauhan nampak satu per satu orang berseragam khas berwarna dominan cokelat mulai melangkahkan kakinya menuju selasar sebuah bangunan besar di lingkungan Markas Polda Jabar.

Sementara beberapa lagi sudah berada di altar tempat tersebut sambil membuka tali sepatu kemudian mereka menuju tempat wudhu. Masjid, itulah tempat yang mereka tuju ketika itu, untuk bersimpuh kepada Sang Illahi, bersyukur dan meminta dipermudahkan segala urusannya lewat sholat dhuha.

Masjid Al-Aman itulah nama masjid besar bernuansa hijau sejuk dikelilingi tanaman dan beberapa pohon tinggi berada di tengah lingkungan Markas Polda Jabar yang terletak di jalan Soekarno-Hatta Nomor 748 Bandung, menjadi tempat anggota dan staf karyawan Polda Jabar melakukan segala rutinitas kerohanian, seperti  sholat, tilawah, tausiyah termasuk Bimbingan Mental (Bintal) dan kajian rutin lainnya.

Saat ditemui di kantor bagian pembinaan SDM, Ketua Pelaksana Harian DKM Al-Aman, H. Ajat Sudrajat mengatakan kepada Alhikmah “Dalam rangka pembinaan rohani dan mental anggota POLRI, didalamnya anggota PNS, dan Polda Jabar, kita rutin terjadwal setiap hari kamis setelah apel pagi sekitar 07.30-09.00 ada kegiatan bimbingan rohani Islam,” tekas Ajat.

Ajat Sudrajat (pic:dita/Alhikmah)
Ajat Sudrajat (pic:dita/Alhikmah)

Ajat memaparkan, pembinaan mental berupa kegiatan rohani rutin diadakan tiap hari kamis. Kamis pertama dan ketiga itu ceramah umum, mengundang para da’i dari perguruan tinggi Islam, Kemenag Provinsi dan Kota, dan dari pesantren sekitar Bandung. Sedangkan kamis minggu kedua dan keempat diadakan tadabbur Al-Qur’an.

Selain itu setiap hari tiap bada zuhur, ada seseorang dari anggota bintal bertindak sebagai imam, kemudian menyampaikan kultum dan membacakan salah satu hadits, ini juga termasuk pembinaan rohani untuk anggota muslim, untuk non muslim juga melakukan pembinaan mental dalam waktu yang sama yaitu tiap hari kamis di tempat berbeda.

Kesan kaku dan sedikit galak yang cukup melekat pada diri kepolisian mungkin sirna ketika melihat antusias yang cukup tinggi ketika mengikuti kajian-kajian keislaman. Temanya sendiri disesuaikan untuk membekali anggota dalam bekerja agar berlandaskan keikhlasan dan kesabaran, karena fungsi utama polisi adalah mengutamakan kemashalahatan masyarakat, bangsa dan negara.

Tidak bisa dipungkiri dengan adanya kajian rutin ini, dalam bekerja bukan hanya dia mengabdi berdasarkan tugas dan fungsinya, tetapi berdasarkan hati, keikhlasan, kesabaran dan menjadikan kerjaannya itu bernilai ibadah dihadapan Sang Maha Pencipta.

“Tujuannya anggota yang siap bekerja di lapangan ini terhindar dari perbuatan yang tidak baik, tidak keluh kesah, tidak arogan, ya menghindar dari hal hal yang tidak diharapkan, seperti perbuatan kotor dan kasar, ingin yang islami-lah,” tambah Asep yang juga selaku Bendahara DKM Al Aman.

Meskipun ada perintah dari pimpinan untuk melakukan kajian terkait bimbingan mental anggota, Ajat behusnudzan, bukan karena ada perintah atau tekanan dari pimpinan, tapi diharapkan berdasarkan kesadaran sendiri. Dan setiap satu bulan sekali kita laporkan kepada pimpinan satuan kerja (satker) masing-masing sebagai evaluasi, apakah tingkat kehadirannya bagus atau kurang.

“Kesadaran anggota dan anggota Polda Jabar untuk solat berjamaah itu tidak perlu diragukan lagi, sebelum adzan berkumandang semua keluar dari ruangan kerjanya dan berhenti dari aktivitasnya lalu menuju masjid untuk mendirikan sholat berjamaah,” tutup Ajat. (Dita/Alhikmah)