Mengenal Sejarah Muslim Gujarat

Mengenal Sejarah Muslim Gujarat

0 7
ilustrasi : skul id

Berbicara mengenai Muslim Gujarat, kita akan terbayang soal Genosida di tahun 2002 silam. Bagaimana Muslim yang telah hidup dan membentuk identitas Gujarat lebih dari satu milenium sekarang terkucil dari masyarakatnya sendiri?

ALHIKMAHCO,– Tepatnya 600 tahun yang lalu, empat Ahmad berdiri di tepi Sungai Sabarmati dengan tali di lengannya membentuk fondasi kota Ahmedabad. Kehadiran empat Ahmad bukanlah suatu kebetulan, mereka terpilih atas perintah Sultan Gujarat Ahmad Shah I yang baru naik tahta. Dalam visi sang sultan, kota yang pertama kali direncanakan India abad pertengahan akan didirikan oleh empat orang bernama Ahmad yang tidak pernah melewatkan ibadah wajib.

Setelah pencarian sulit di sepanjang Gujarat, empat Ahmad – Sultan Ahmad Shah I, Shaikh Ahmad Khattu dari Sarkhez, Qazi Ahmad Jod dari Patan, dan Malik Ahmad datang bersama-sama pada tanggal 7 Zulkaidah 813 (2-3 Maret 1411) untuk mendirikan kota yang bertahan naik turun selama 600 tahun lamanya.

Tetapi sejarah Muslim Gujarat tidak dimulai dengan didirikannya Ahmedabad. Pada kenyataannya, Umat Muslim telah ada di Gujarat selama 600 tahun sebelum tentara Allaudin Khilji tiba di negara itu pada tahun 1297.

Seperti Umat Muslim yang tiba di Malabar di Kerala, segera setelah Islam menyebar di Arabian Peninsula. Umat Muslim mulai membuat kehadiran mereka dirasakan di tanah Gujarat. Generasi Muslim pertama muncul di Gujarat pada 15 Hijriah atau 635 Masehi ketika pemerintah Bahrain mengirim ekspedisi ke Thana dan Bhaurch. Hubungan dengan Umat Muslim berlanjut selama beberapa abad dalam bentuk serangan, perdagangan, dan migrasi.

Setelah Sindh, di Gujaratlah aturan Muslim pertama didirikan di sub-kontinen India. Sanjan, kota kecil yang dekat dengan laut melihat pendirian kerajaan individual. Tiga pemimpin Fadl Ibn Mahan, Muhammad bin Fadl, dan Mahan ibn Fadl ibn Mahan sukses memimpin dari 813 Masehi sampai 841 Masehi. Sanjan yang disebut Sandan oleh bangsa Arab, menemukan referensi di catatan perjalanan dari penulis Arab sebagai kota pelabuhan dan industri yang penting.

Jama Masjid didirikan oleh dinasti Mahan yang berfungsi hingga akhir dinasti. Pemimpin Hindu lokal mengizinkan populasi Muslim untuk hidup, berdagang, dan beribadah. Tetapi Sanjan tidak hanya tempat tinggal Muslim.

Sejarawan Abul Hasan Ali Masudi mencapai Cambay pada tahun 915 Masehi dan melihat sejumlah besar Muslim Arab berdiam di Cambay, Chembur, Thana, Sopara, Sanjan, dan Bharuch. Ia menulis bahwa Muslim memimpin kehidupan yang jujur dan adil di bawah Raja Hindu dan mereka membangun sejumlah masjid di mana ibadah wajib dilaksanakan.

Sejumlah masjid tersebut bertahan, membuat Gujarat sebagai tempat beberapa masjid tertua di India. Sanjan tetap memiliki Jama Masjid yang berfungsi tetapi tanggalnya tidak dapat dikonfirmasi. Masjid tertua di Gujarat adalah Jama Masjid di Bharuch yang selesai pada tahun 1065. Bharuch juga kemungkinan memiliki struktur Islam tertua Madrasah Maulana Ishaq yang dibangun pada 1038 Masehi. Kedua gedung dibangun dengan baik sebelum Muslim memimpin Bharuch.

Ketika kekayaan Gujarat menarik pedagang dan migrasi, kekayaannya juga menjadi target yang menarik bagi Mahmood Ghaznavi yang menyerang candi di Somnath pada tahun 1024. Kira-kira 150 tahun setelahnya, Shahabuddin Ghori yang menyerang Gujarat tetapi gagal dua kali, hingga tahun 1197 ketika saat jenderalnya Qutubuddin Aibak memiliki beberapa kesuksesan di Gujarat.

Cerita Gujarat modern tidak dimulai sampai didirikannya kesultanan Gujarat oleh Muzaffar Shah I dengan mendeklarasikan kepemimpinannya pada tahun 1407. Empat tahun setelah itu, cucunya Ahmad Shah I, pendiri Ahmedabad, menjadi Sultan dan mulai membentuk negara yang kita kenal sebagai Gujarat sekarang. [] (pnsf/alhikmah/worldbulletin)