Menengok Kondisi Umat dan Dakwah di Tanah Papua

Menengok Kondisi Umat dan Dakwah di Tanah Papua

1 295

ALHIKMAH.CO,– Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta ini merupakan momen silaturahim para ulama di seluruh penjuru nusantara. Tak tertinggal ulama-ulama dari tanah Papua, KH Saiful Islam al Payage salah satunya. Sebagai Ketua MUI Papua, ustadz Payage berkisah mengenai kondisi umat dan dakwah muslim di Indonesia bagian timur ini.

“Pertama mungkin tidak bisa kita pungkiri, geliat dakwah di Tanah Papua sedang mengalami penurunan yang luar biasa,” ungkap Ustadz Payage membuka cerita.

“Banyak di daerah-daerah yang dulu dikenal sebagai serambi mekkahnya Papua seperti Fakfak, Kokas, Bintuni, sekarang sudah banyak yang  murtad  sudah banyak yang kembali pada agama kristen,” lanjutnya.

Namun di sisi lain, Ustadz Payage juga melihat ada kenaikan di daerah lainnya, seperti Wamena, jumlah mualaf juga menunjukkan angka yang menggembirakan.”Jadi bila ingin melihat lebih arif lagi, ada penurunan ada kenaikan,” lanjut ustadz yang pernah kuliah di Yaman ini.

Walaupun demikian, sebagai ketua MUI termuda di Indonesia ini, ia melihat ada sesuatu yang sangat memprihatinkan. Ketika orang yang dulunya menerima tasbih, sajadah justru menjadi balik ke agama sebelumya. “Saya sebagai Ketua MUI prihatin, ini tak lain menjadi tanggung jawab kita sebagai ulama terhadap Allah,” lanjutnya.

Dalam kongres lima tahunan ini pun, ustadz Payage meminta dukungan doa dan dorongan dari masyarakat di luar tanah Papua, baik berupa ilmu atau materi. Agar keislaman orang Papua ini bisa terjaga.

“Kita boleh berbicara Palestina, Afganistan atau saudara se-muslim lainnya yang tengah terjadi konflik, tidak apa-apa. Tapi juga jangan sampai melupakan saudara terdekat, dalam hal ini saudara semuslim di Tanah papua, di indonesia,” ungkap Ustadz Payage di sela-sela kongres di Yogyakarta. (pnurullah/Alhikmah)