Memiliki Kelemahan Visual, Kisah Muslimah Bosnia Ini Inspiratif

Memiliki Kelemahan Visual, Kisah Muslimah Bosnia Ini Inspiratif

0 61
pict from hipwee

Dzenana Brkic dari Bosnia terlahir tuna netra namun hal tersebut tidak menghentikannya untuk menjadi penulis yang menginspirasi orang lain untuk mencapai impiannya.

 

Dzenana Brkic (22) merupakan wanita yang sangat kuat yang berasal dari Busovaca (Bosnia dan Herzegovina). Terlahir sebagai tuna netra, memberinya kenyataan yang sulit selama perang di Bosnia (92-95), tak banyak hal yang bisa dilakukan saat itu. Meskipun tiga operasi telah dilakukan, hanya sedikit penglihatannya yang bisa dikembalikan.

Sebelum memulai pendidikan dasarnya, ia memiliki glaukoma (tekanan tinggi pada mata) yang menyebabkan kehilangan total pada penglihatannya. Sekarang, ia hanya bisa melihat warna, cahaya, dan bayangan.

 

Mempelajari Bahasa Inggris

Saat berumur enam tahun, ia datang ke Pusat Anak-anak dan Remaja Buta dan Kelemahan Visual di Nedzarici, Sarajevo. Itulah saat pendidikannya dimulai. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di sana. Selama tiga tahun sekolah menengah, ia mendapat kesempatan untuk pergi ke United States di mana ia menghabiskan sekolah di Indiana. Menikmati belajar bahasa inggris, ia mendaftar ke Universitas Internasional Sarajevo pada tahun 2013, mempelajari Bahasa dan Literatur Inggris.

“Sudah beberapa kali saya berpikir bahwa saya akan menyerah. Sedikit waktu saya hampir menyerah, tapi kebanyakan tidak,” ujar Dzenana sebagaimana yang dilansir dari Ilmfeed.

Di samping semua rintangan dan fakta bahwa ia harus berjuang lebih banyak dari mahasiswa lain untuk menemukan materi yang bisa ia akses untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian. Tak peduli berapa banyak rintangan yang ia alami selama melakukannya, ia tidak pernah menyerah.

“Pada akhirnya, usahalah yang paling diapresiasi, bukan hasil atau peringkat,” ujar Dzenana.

 

Tulisan yang Menginspirasi

Mimpinya adalah ingin menjadi guru bahasa inggris atau penulis. Dzenana secara aktif menulis sebuah blog yang disebut “Rijec kao trag” (The word as a trace), di mana ia menuliskan pemikiran, puisi, dan pengalamannya. Ia juga berencana menerbitkan buku puisi pertamanya, cerpen, atau novel. Baginya, merupakan kesuksesan besar ketika dapat memotivasi dan menginspirasi orang lain melalui tulisannya.

“Saya suka membaca, dan sering menemukan inspirasi untuk menulis sesuatu yang dapat saya tulis sendiri. Menulis selalu merupakan bagian dari hidup saya, dengan menulis saya menemukan kekuatan dan merupakan jalan untuk mengekspresikan diri saya. Baru-baru ini, saya kadang-kadang menulis sesuatu di dalam blog,” kata Dzenana.

“Ini merupakan cara saya menunjukkan diri saya pada dunia, bagaimana saya menghadapi hari-hari saya, dan bahwa saya manusia yang sama seperti yang lainnya tanpa peduli dengan kekurangan yang saya miliki. Saya memiliki harapan, perasaan, jatuh-bangun,” lanjutnya.

Di masa lalu, Dzenana kerap menyalahkan setiap orang untuk kondisi yang ia alami. Kadang-kadang sulit untuk menerima fakta bahwa ia memang tuna netra, terlebih ia begitu sering membutuhkan bantuan orang lain.

Suatu waktu ia mulai sadar bahwa ia hanya perlu bergantung pada Allah. Itulah saat kedamaian mulai tumbuh di dalam dirinya.

“Ketika kamu menerima bahwa kamu tidak bisa mengubah kehendak Allah, itulah saat ketika kamu sadar bahwa semua hal dalam hidup memiliki tujuan. Sekali kamu percaya, benar-benar percaya, kamu akan berhenti bertanya mengapa, kamu hanya menerima dan bersandar pada satu-satunya yang tahu apa yang terbaik untukmu,” kata Dzenana.

Dzenana kebanyakan menulis mengenai wanita, hijab, disabilitas. Ia menyukai puisi dan cerita pendek. Itulah yang menginspirasinya untuk membuat blognya sendiri, yang merupakan batu pijakan ke rencana yang lebih besar, seperti menerbitkan buku dan novel.

“Saya membuat blog beberapa hari setelah memakai hijab. Saya selalu menulis tentang hal-hal yang terjadi pada saya, tetapi kali ini saya merasakan kebutuhan bagi orang lain untuk membaca mengenai apa yang saya pikirkan tentang hijab dan agama. Saya lebih termotivasi ketika beberapa wanita menulis pada saya tentang pendapat mereka, dan ketika beberapa orang mengatakan mereka menyukai tulisan saya.

Motivasi paling besar untuk blog saya adalah Ammara Sabic, yang sangat sukses meskipun ia harus bertahan dari multiple sclerosis. Membaca tulisannya, serta beberapa tulisan dari wanita sukses dan disabilitas, saya menyadari kata-kata merupakan harta satu-satunya yang akan meninggalkan jejak ketika kita pergi. Karena itulah saya menamai blog saya “The word as a trace”.

 

Tantangan Berikutnya

Dzenana menjelaskan bahwa banyak prasangka di sekitar orang dengan disabilitas. Orang-orang tidak menyadari bahwa kita semua memiliki kebutuhan. Ketika orang-orang melihat kekurangan, mereka otomatis membuat opini mengenai orang tersebut, tanpa mencoba mengenalnya, yang jelas salah. Penampilan luar bukan satu-satunya hal yang menjelaskan seseorang.

“Begitu sering saya menemukan orang-orang yang langsung membuat kesimpulan tentang saya tanpa bertanya lebih dulu. Sebagai contoh, mereka berpikir bahwa orang lain menulis sebagai pengganti saya tanpa bertanya bagaimana saya menggunakan laptop, bagaimana saya menyiapkan ujian, bagaimana saya pergi melakukan banyak hal,” katanya.

Dzenana bercerita, banyak yang berpikir bahwa seseorang yang lain harus melakukan semua hal bersamanya, bahwa ia tidak mampu melakukan apa-apa seorang diri. Hal yang membuat ia sedih ketika mereka berpikir bahwa jika kamu tidak dapat melihat, kamu tidak dapat melakukan hal yang lain, tidak juga berbicara untuk dirimu sendiri.

Kata-kata Bijak

Pesannya untuk semua orang sederhana namun berkesan, lihatlah hidupmu dan syukuri semua hal yang kamu miliki, dan jangan menangisi hal yang tidak kamu miliki. Kamu tidak dapat menghitung semua karunia dari Allah, yang tidak layak kita miliki. Bagaimana bisa kamu tidak bersyukur dan tidak puas.

“Saran yang saya berikan pada orang lain selalu saya berikan untuk diri saya juga. Jangan biarkan hal-hal di sekitarmu mempengaruhimu dan menjatuhkanmu. Jangan biarkan komentar dan pendapat yang lain merendahkanmu, karena tidak penting apa yang mereka pikirkan,” kata Dzenana.

Hal yang penting adalah apa yang kamu pikirkan. Menurutnya, satu-satunya jalan kamu bisa sukses adalah melalui usaha dan doa. Selalu ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, tetapi kesuksesan tidak hadir dalam semalam.

“Penting bagimu untuk tidak menyerah. Kamu tidak perlu berubah untuk orang lain agar diterima. Lebih baik sendiri daripada bersama dengan orang-orang yang memberi pengaruh buruk,” pungkasnya. (pnsf/Alhikmah/Ilmfeed)