Membincang Sifat Keberanian Agar Tak Salah Langkah

Membincang Sifat Keberanian Agar Tak Salah Langkah

0 195
by; andinewsonline

AKHLAK adalah sifat-sifat keutamaan yang tertanam dalam jiwa seseorang, yang mendorongnya untuk menampilkan sikap yang terpuji, tanpa melalui proses pemikiran atau pertimbangan terlebih dahulu. Salah satu sifat keutamaan itu adalah sifat syaja’ah atau sifat keberanian. [i]

Sifat berani termasuk sebagai fadhilah dalam akhlak. Syaja’ah bukanlah semata-mata keberanian berkelahi di medan laga, bukan pula keberanian yang membabi buta. Keberanian yang dimaksud di sini adalah keberanian yang didukung pertimbangan dan pikiran yang sehat, atau suatu sikap mental di mana seseorang dapat menguasai jiwanya dan berbuat menurut semestinya.[ii]

Dengan kata lain, sifat keberanian di sini adalah sikap seseorang yang dapat menundukkan amarah atau rindu pada kekuasaan. Salah satu contohnya seperti yang termaktub dalam hadits berikut: Rasulullah bersabda, “Bukanlah yang dinamakan pemberani itu orang yang kuat bergulat, sesungguhnya pemberani itu adalah orang yang sanggup menguasai hawa nafsunya di kala sedang marah,” (HR. Mutafaq ‘alaih).[iii]

Berbicara tentang keberanian, Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, memiliki banyak contoh yang menjadi bukti akan keberaniannya. Beliau tidak dapat digertak dan ditakut-takuti. Karena yang ditakutinya hanyalah Allah. Tidak ada kegelisahan yang menunjukan rasa cemas terhadap segala ujian. Memang demikianlah identitas pembawa amanah Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya : “(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan,” QS. Al-Ahzab : 39). [iv]

Maka tak heran, bila Allah menjadikan sifat berani ini termasuk ke dalam salah satu sifat yang mulia. Dalam sebuah keterangan Umar bin khattab r.a pernah berkata, “Kemuliaan seseorang terletak pada ketakwaannya, Islam sebagai keagungannya, sifat penjagaan diri sebagai akhlaknya, dan sifat pemberani sebagai tabiat yang Allah berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki,” [v]

Keberanian ini memiliki banyak hikmah dalam kehidupan manusia, di antara buah dari sifat dan sikap syaja’ah itu adalah mendorong manusia mencapai kemajuan, menimbulkan ketentraman, menghilangkan kesulitan dan kepahitan, menimbulkan pelbagai kreasi yang produktif atau daya cipta yang berguna. [vi]

[i] Rasyidin, (2008), Falsafah Pendidikan Islam, Bandung: Citapustaka Media Perintis, hlm.  69

[ii] Hamzah Ya’qub, (1983), Etika Islam, Bandung : CV Diponegoro, cet. 2 hlm., hlm. 111

[iii] Rasyidin, op.cit, hlm. 69

[iv] Hamzah Ya’qub, op.cit, hlm. 112

[v] Qayim al Jauziyyah, (2006), Jihad Sepanjang Zaman, Solo: Pustaka Arafah, hlm. 81

[vi] Hamzah Ya’qub, op.cit, hlm. 116