Membincang Pemuda, Dakwah dan Perubahan Bersama Dude Herlino

Membincang Pemuda, Dakwah dan Perubahan Bersama Dude Herlino

0 150
Dude herlino (pic:merdeka)

… jangan pernah berhenti berdakwah karena dakwah adalah kewajiban setiap muslim, terlebih kita sebagai kaum muda. Pemuda harus bergerak. Bergerak menuju arah yang lebih baik untuk sebuah perubahan yang besar.

Tak ada yang bisa menghalangi ketika hidayah Allah menyapa. Tak terkecuali aktor kesohor Dude Herlino yang saat ini sedang naik daun lantaran aktivitasnya di dunia dakwah, di tepian arus utama selebritas kebanyakan. Sebut saja mulai dari komunitas One Day One Juz (ODOJ), seminar-seminar keislaman, hingga terjun langsung ke medan dakwah, baik di layar kaca atau pun di tengah masyarakat.

Di sela kesibukannya, Alhikmah berkesempatan berbincang dengan suami dari aktris cantik yang kini berhijab, Alysa Soebandono via seluer dikuti Alhikmah.co dari Tabloid Alhikmah Edisi 99. Artis kelahiran tiga puluh tiga tahun silam ini pun berbagi kisah tentang makna pemuda dan perannya dalam perubahan ke arah yang lebih baik. Berikut petikan wawancara jurnalis Alhikmah, Dhea Nadhira dengan Dude Herlino.

 

Bagaimana seorang Dude memaknai “pemuda dan hijrah”?

Pemuda itu selain usianya masih muda, jiwanya muda cara berfikirnya juga masih muda dan cita-citanya masih panjang. Kalau dalam sejarah, hampir semua perubahan itu termasuk dunia Islam dilakukan oleh kaum muda. Seperti contohnya  Muhammad Al Fatih yang menaklukan Konstantinipel di usia yang masih muda, dan tentunya Al Fatih ini juga diiringi dengan ilmu yang mumpuni.

Bukti nyata, bahwa anak muda adalah satu harapan untuk perubahan besar. Pemuda itu Ibarat sebuah ombak di lautan yang gelombangnya cukup besar dan mempengaruhi kondisi lautan.

Adapun hijrah dalam konteks makna yang tersirat, menurut saya adalah perubahan seseorang menjadi lebih baik. Ia mengubah prinsip, arah dan pandangan hidupnya ke arah yang benar. Sesuai dengan ajaran Rasulullah, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan begitu seterusnya. Namun perubahan tersebut bisa kita lakukan jika kita mempunyai ilmu. Itu alasan mengapa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah, agar kita manusia tahu arah, mana arah yang baik dan tidak.

Sebagai pemuda yang juga Public Figure,  bagaimana seorang Dude membagi waktu untuk tetap istiqomah beribadah? Terlebih di tengah dunia yang serba glamor, yang penuh godaan.

Sebenarnya, semuanya kembalikan kepada niat semua hal yang di dalam islam itu bisa bernilai ibadah termasuk pekerjaan. Ada ibadah yang benar-benar rutinitasnya memang ibadah seperti sholat, zakat, puasa, namun ada juga aktivitas keseharian yang bernilai ibadah jika niatnya untuk mencari ridha Allah. misalnya seorang tukang siomay, yang mencari rezeki yang halal untuk keluarganya bisa dikatakan ibadah, sehingga jika kita membawa pekerjaan kita diniatkan semata-mata untuk mencari ridho Allah, Insha Allah akan dimudahkan oleh Allah. Dan Alhamdulillah saya dimudahkan Allah untuk tetap shalat di sela-sela waktu  karena pasti ada jalan jika kita niatkan semata-mata hanya karena Allah.

Soal godaan, harus diakui tentu ada. Namun, bukankah hidup ini pilihan? Di depan mata kita pasti banyak sekali pilihan, tinggal kita mau pilih yang mana. kalau kita punya pondasi yang kuat maka kita bisa memilih mana yang terbaik. Pilihan yang kita pilih pastinya sesuai dengan pondasi yang kita pegang. Saya sempat tergoda, namun akhirnya saya tetap berpegang teguh dengan pondasi saya, yakni agama saya, nasehat orang tua dan guru. Saya juga tidak menapik bahwa iman seseorang tidak selamanya di atas. Jadi semua saya anggap adalah proses, proses untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Bagaimana rencana ke depan, terkait dengan dakwah Islam?

Rencana itu harus ada, karena islam ini agama dakwah, berlaku bagi setiap muslim dan muslimah.  Rasulullah, sahabat dan para Imam dan Ulama sudah tiada, maka siapa yang melanjutkan dakwah kalau bukan kita para pemuda generasi pelanjut cita-cita?

Maka, bagi para pemuda yang ingin berdakwah silahkan berdakwah sesuai dengan kapasitas ilmu yang dimilikinya. Saya kira, dakwah tidak hanya sebatas berceramah, namun dapat diartikan luas. Seperti misalnya: lewat tulisan, lewat film, sinetron juga bisa dikatakan dakwah jika apa yang dibawakannya sesuai dengan syariat agama.

Begitu juga saya, karena passion saya di bisnis dan acting, maka saya terus mengupayakan untuk melakukan dakwah sesuai dengan kapasitas ilmu yang saya punya.

Apa saran dan harapan seorang Dude untuk pemuda Islam Indonesia?

Bagi para pemuda Islam, jangan pernah berhenti berdakwah karena dakwah adalah kewajiban setiap muslim, terlebih kita sebagai kaum muda. Pemuda harus bergerak. Bergerak menuju arah yang lebih baik untuk sebuah perubahan yang besar.

 

(Dhea/rl/Alhikmah)