Laporan jurnalis Alhikmah.co, Dita Fitri Alverina di kawasan berlangsungnya Konferensi Asia Afrika

ALHIKMAHCO—Acara puncak Peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika yang akan digelar di Bandung, Jumat (24/04) membuat sejumlah tempat yang berada di sekitaran kawasan acara diubah sedemikian rupa agar terlihat cantik nan indah, termasuk diantaranya ruas jalan Otista Bandung.

Jalan Otto Iskandar Dinata yang dikenal dengan daerah Pasar Baru Bandung hari-hari biasa selalu ramai dipadati kendaraan bermotor dan para pedagang kaki lima di sepanjang jalannya, tapi kini suasana nampak berbeda sekali dari biasanya, bahkan dari kejauhan pemandangan unik itu sudah dapat terlihat semua pengguna jalan yang akan melewati jalan Otista.

Semua mata yang melihat Jalan Otista kini dimanjakkan dengan pemandangan cantik dari hiasan payung berwarna-warni yang bergelantungan. Payung yang berjumlah sekitar ratusan ini disiapkan pemkot Bandung sebagai salah satu cara untuk mempercantik kawasan Bandung dalam memeriahkan acara peringatan 60 tahun Konferesi Asia-Afrika.

Logo warna kota Bandung dijadikan warna payung yang menggantung di sepanjang jalan Otista itu, yaitu Hijau, Kuning, dan biru. Arti dari warna itu sendiri yakni warna hijau adalah kemakmuran, kuning berarti kesejahteraan, dan biru artinya kesetiaan.

Jalan Otista dalam menjelang acara puncak KAA ini sudah disterilkan dari kendaraan bermotor, sehingga hanya para pejalan kaki yang diperbolehkan memasuki kawasan tersebut. Meskipun demikian, animo dan antusias warga Bandung untuk datang ke Jalan Otista khususnya sangat tinggi, hingga pada Kamis (23/04/2015) warga hampir memenuhi semua sudut jalan hanya untuk berfoto-foto.

Warga melakukan foto dan selfie di area jalan Otista

Warga melakukan foto dan selfie di area jalan Otista

Entah apa yang merasuki warga Bandung, kini mereka seperti bergelora untuk selalu berfoto di semua kawasan kota Bandung yang telah ‘disulap’ lebih cantik dan indah. Hampir semua warga yang berada di jalan Otista membawa kamera baik itu kamera digital maupun kamera dari handphonenya. Nampak ada yang berselfie ria dan ada juga yang memintakan foto kepada teman atau sanak saudaranya.

Ramai dan riuh mengisi suasana Jalan Otista kala itu, tua dan muda semua berbaur menjadi satu, nampak rona senang dan takjub dari senyuman yang mereka sunggingkan, keindahan dekorasi payung di Jalan Otista ini menjadi salah satu tempat menarik bagi warga, termasuk Mei seorang warga asal Cibeureum ini sengaja datang bersama putrinya untuk melihat daerah sekitaran KAA berlangsung.

Mei berpose di tengah Jalan Otista Bandung, kemudian sang putri mulai menghitung aba-aba untuk memotret, lalu pasangan Ibu dan anak ini bergantian saling memotret bahkan sesekali mereka melakukan selfie.

“Ya memang kita sengaja datang, pingin tahu sekaligus foto-foto juga soalnya bagus banget banyak payung warna-warni,” kata Mei, Kamis (23/04/2015).

Sambil menyusuri sepanjang jalan Otista, mereka nampak takjub dengan apa yang sudah dilakukan pemkot Bandung dalam merubah kota Bandung menjadi lebih indah. Peringatan KAA ini menjadi momentum baik untuk memperkenalkan kota Bandung di mata dunia Internasional.

Diakui Mei peringatan KAA kali ini berbeda dan lebih bagus dengan adanya perombakan nyata yang dilakukan Walikota Bandung, sehingga warga Bandung juga semangat dan excited menyambut perayaan peringatan KAA ke 60 ini.

“Kalau dulu mah kurang meriah kayak gini, besok saja dari rumah saya mau berangkat jam 6 pagi, katanya kalau sudah siang tidak boleh masuk, pingin lihat langsung KAA itu kayak gimana delegasi-delegasi negara lain,” ujar Mei.

Mei
Mei

Mei jadi teringat saat dririnya dulu masih kerja di sekitaran jalan Braga, dia dan warga Bandung lain selalu melambaikan tangan di pinggir jalan Asia-Afrika ketika kegiatan Bandung Historical Walk berlangsung, yaitu saat para delegasi jalan bersama menyusuri Savoy Homann, Gedung Merdeka, hingga Masjid Raya.

Mei sebagai salah satu warga Bandung, berharap masyarakat bisa bersikap tertib selama peringatan KAA ke 60 berlangsung dan merawat semua sarana serta prasarana yang telah disiapkan pemerintah. (Dita/Alhikmah)