Lipatan Pahala yang Berjejaring

Lipatan Pahala yang Berjejaring

0 48
ilust.didirhayono blog

Bagaimana jika engkau berhasil membimbing manusia lebih dari satu orang? Sungguh engkau akan mendapatkan berlipat-lipat pahala!

ALHIKMAHCO,– Kadang terlintas di benak kita sebuah pertanyaan, haruskah seorang muslim itu berdakwah kepada orang lain? Tidakkah cukup seseorang itu memperbaiki diri sendiri dan komitmen dengan ketaatannya kepada Allah Ta’ala saja?

Sebagai jawabannya, kami katakan, “Sesungguhnya dakwah kepada Allah itu wajib bagi setiap muslim sesuai daya dan kemampuannya, berdasarkan dalil-dalil syari dan aqli. Serta memerhatikan berbagai keadaan yang terjadi pada manusia.

Di samping itu, alasan lain yang mendorong perlunya seorang muslim menunaikan kewajiban dakwah dan senantiasa semangat membimbing manusia ke jalan yang benar, adalah karena janji Allah Swt., dan rasulNya yang akan memuliakan kedudukan para dai dan menyediakan pahala yang berlimpah untuk mereka di akhirat kelak.

Allah Swt., berfirman, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan ia berkata, “Sesungguhnya  aku termasuk yang berserah diri.” (Q.S Fushshilat : 33)

Kalimat istifham dalam ayat ini mengandung arti nafy (peniadaan). Maka maknanya, tidak ada satu pun yang lebih baik ucapan, langkah, dan kedudukannya di sisi Allah Ta’ala daripada orang yang berdakwah di jalan-Nya.

Sesungguhnya seorang muslim ketika menyadari pahala yang agung dan penghormatan yang besar bagi para da’i dan orang-orang yang berperan membina dan mengarahkan manusia ke jalan yang baik, serta aktif memperingatkan mereka dari jalan yang buruk, serentak ia akan tergerak hatinya. Dan dengan penuh kesungguhan mencurahkan segala kemampuan dan kesempatan yang dimilikinya dalam rangka menggapai kemuliaan dan keutamaan tersebut.

Taruhlah engkau berdakwah kepada satu orang manusia saja, hingga dengan perjuanganmu itu, ia bisa menempuh jalan hidayah dan beristiqamah di dalamnya. “Yakinlah, sekalipun engkau tidur di saat ia shalat malam, engkau tinggal di rumah saat ia berhaji, pahalanya tetap mengalir untukmu, tanpa dikurangi sedikitpun.

Bagaimana jika engkau berhasil membimbing manusia lebih dari satu orang? Sungguh engkau akan mendapatkan berlipat-lipat pahala!

Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi dari pahala mereka itu sedikitpun. (HR. Muslim)

Demikianlah dakwah merupakan pintu masuk yang agung di antara aneka pintu lainnya yang bisa kita gunakan untuk menebarkan kebaikan kepada orang lain, juga merupakan harta simpanan yang sempurna dalam rangka menumpuk pahala-pahala kebaikan.

Marilah kita tunaikan ibadah yang utama ini karena Allah Swt., agar berhasil memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat. []

Disarikan dari buku ; Tidak Ada Alasan Bagimu Meninggalkan Dakwah, karya Abdul Aziz Al-Aidan, hlm. 26-29 dengan pelbagai suntingan yang diperlukan