KUII Bahas Penguatan Peran Umat Islam di Bidang Politik

KUII Bahas Penguatan Peran Umat Islam di Bidang Politik

1 109

ALHIKMAH.CO,– Pembahasan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 diawali forum pleno I, yang membahas penguatan peran politik umat Islam Indonesia. Hadir sebagai pemateri, pengamat politik Bahtiar Effendy.

“Intinya saya berbicara dua hal. Yakni mengenai pokok-pokok pikiran peran politik umat Islam, dan penegasan bila parpol Islam jangan sekadar partai pelengkap,” ungkap Bahtiar saat jumpa pers, Senin (09/02/2015).

Menurut Bahtiar, peranan ini bisa dilakukan bila pertama umat muslim sama-sama merumuskan apa yang menjadi aspirasi atau cita-cita politik umat Islam bersama. Namun demikian, Bahtiar secara pribadi lebih melihat bila dasawarsa terakhir ini, variasi partai politik di negeri ini cukup tinggi. Antara satu kekuatan politik dengan politik lainnya berbeda-beda.

“Saya kira walaupun partai Islam tapi sesama partai Islam pun memiliki aspirasi politik yang berbeda,” lanjutnya.

Kondisi parpol saat ini, tambah Bahtiar, sangat berbeda dengan aspirasi politik umat Islam di tahun 50-an, ketika ada Masyumi, NU, Sarekat Islam, dan sebagainya. Bahtiar menyebutkan, saat itu aspirasi dasar politiknya terlihat dan sama. Misalnya menjadi Islam sebagai dasar negara. Perjuangannya pun jelas dan legitimate.

Bahtiar juga mengritisi keberadaan parpol Islam yang lebih merupakan pelengkap bukan penggagas. Buktinya pada dua pemilu 2014 kemarin, bila jumlah suara parpol Islam digabungkan sudah bisa masuk syarat Electoral Threshold. Dan sebetulnya bisa mengusung calon presiden sendiri. Namun, imbuhnya, parpol Islam malah merapat ke partai nasionalis.

“Kalau itu yang terjadi kan namanya pelengkap. Malah memenuhi electoral treshold di partai lain,” jelasnya lebih lanjut.

Bahtiar kemudian melihat peta pergerakan parpol Islam masa lalu. Sejak awal parpol Islam didirikan, gagasan mereka lebih baik. Meyakini aspirasi politik Islam lebih baik untuk kepentingan Indonesia. Karena itu, SI tidak pernah menjadi pelengkap, gagasannya jelas. Demikian masyumi memperjuangkan politik islam di tubuh pemerintahan.

“Tapi kalau sekarang saya gak yakin, parpol Islam bisa seperti itu lagi,” tanyanya.

Dalam pantauan alhikmah, forum pleno pembahasan ini belum purna. Karena akan kembali di follow up dan hasilnya akan diumumkan akhir kongres nanti. “Saya usulkan setelah kongres ini, apakah MUI membuat semacam kelompok kerja yang mempunyai komitmen, keikhlasan, kompetensi, dan waktu untuk merumuskan bulir-bulir pendapat yang sudah diakomodir di pleno ini,” tandas Bahtiar. (pnurullah/alhikmah)