Korelasi Antara Akhlak dengan Ilmu Tauhid

Korelasi Antara Akhlak dengan Ilmu Tauhid

1 232
pict. islamicstyle.info

ILMU tauhid adalah ilmu ushuludin, ilmu pokok-pokok agama yang menyangkut ihwal akidah dan keimanan.[i] Sedangkan akhlak merupakan kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan yang baik dengan mudah, karena keterbiasaan. [ii]

Akhlak yang baik menurut pandangan Islam, haruslah berpijak pada keimanan. Iman tidak cukup sekadar disimpan dalam hati, melainkan dilahirkan dalam perbuatan yang nyata dan dalam bentuk amal saleh atau tingkah laku yang baik. Jika amal saleh yang dilakukan, terlahir karena dorongan dari iman, barulah dapat dikatakan bahwa iman itu mencapai kesempurnaan, karena telah dapat terrealisasi. Dengan demikian, jelaslah bahwa akhlakul karimah adalah bagian dari mata rantai iman.[iii] Sebagai contoh, malu berbuat kejahatan adalah salah satu daripada akhlakul mahmudah. Nabi SAW dalam salah satu hadits menegaskan bahwa malu itu adalah cabang daripada keimanan (H.R. Muslim No 52). [iv]

Sebaliknya, akhlak yang dipandang buruk adalah akhlak yang menyalahi prinsip-prinsip keimanan. Sekalipun sesuatu perbuatan pada lahiriahnya baik. Tetapi bila titik tolaknya bukan karena keimanan, maka hal itu tidak akan mendapatkan penilaian di sisi Allah.[v] Allah SWT berfirman : Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. (QS. An-Nuur [24]: 39).

Mengenai hal ini, Abu a’la Maududi menambahkan bahwa untuk mencapai pribadi insan mulia, sumber nilai-nilai akhlak itu sendiri utamanya berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Adapun  pengalaman, ratio, dan intuisi manusia hanya sebagai sumber tambahan yang dapat membantu memecahkan persoalan. [vi]

Dengan demikian, jelaslah akan perbedaan nilai-nilai amal baiknya orang yang beriman, dengan amal baiknya mereka-mereka yang tidak beriman. Hubungan antara akidah dan etika, tercermin dalam pernyataan Rasulullah SAW berikut ini :  Dari Abu Hurairah r.a, “Orang Mukmin yang sempurna imannya adalah yang terbaik budi pekertinya,”  (HR. Tirmidzi)[vii]

[i] Hamzah Ya’qub, (1983), Etika Islam : Pembinaan Akhlakul Karimah, Bandung: CV Diponegoro, cet. 2, hlm. 18

[ii]Tim Pengembang Ilmu Pendidikan UPI, (2007), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bandung, Grafindo, hlm. 21

[iii] Hamzah Ya’qub, op.cit, hlm. 18

[iv] Daqiq Al-Ied, (2001), Syarah Hadits Arba’in, Yogyakarta: Media Hidayah, cet. 10, hlm. 104

[v] Hamzah Ya’qub, op.cit, hlm.18

[vi] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan UPI, op.cit, hlm. 21

[vii] Hamzah Ya’qub, op.cit, hlm.18