Konflik Tolikara, CIIA Pertanyakan Lambatnya Tindakan Preventif Pemerintah

Konflik Tolikara, CIIA Pertanyakan Lambatnya Tindakan Preventif Pemerintah

0 61
source: eramuslim.com

ALHIKMAHCO,– Terkait kasus intoleran Teroris Kristen di Tolikara-Papua, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, beranggapan adanya kepentingan politis yang dibungkus sentimen agama dan ekonomi. Selain itu, ia mempertanyakan sikap pemerintah yang seolah membela Kristen.

“Tragedi biadab ini merupakan produk simbiosis dari jejaring Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berkolaborasi dengan anasir asing melalui gereja dan misionarisnya. Di tambah bobroknya pemda setempat yang terindikasi banyak kasus korupsi,” ujar Harits saat dihubungi Alhikmahco, Senin (20/07/2015).

“Serta tidak sigapnya sikap aparat maupun intelijen dalam mengambil tindakan preventif berdasarkan data awal yang cukup akurat tentang potensi gangguan keamanan tersebut,” lanjutnya kemudian.

Harits beranggapan lambatnya penanganan pemerintah mengindikasikan kompleksitas kepentingan politik berbagai pihak terhadap Papua. Juga menyatakan, pemerintah melalui instansi terkait, disinyalir berupaya membela unsur-unsur Kristen yang secara fakta melakukan tindak kriminal.

“Sangat aneh dan blunder jika pemerintah tidak cekatan dan tegas, padahal masyarakat muslim saat ini mayoritas melihat fakta telah terjadi intoleransi,” lanjut pemerhati kontra terorisme ini.

Jika tidak tegas, sambung Harits justru menyisakan tanda tanya besar; apakah sekadar ingin membela tirani minoritas di Indonesia atau karena tidak ingin ada tekanan asing kepada pemerintah. “Umat Islam menunggu solusi kongkritnya!” pungkasnya. (dita/ed.pnurullah/alhikmahco)