Konferensi Luar Biasa OKI, Momentum Suarakan Kembali Konflik Palestina yang Terlupakan

Konferensi Luar Biasa OKI, Momentum Suarakan Kembali Konflik Palestina yang Terlupakan

0 38

ALHIKMAHCO,– Menyoroti konferensi luar biasa (KTT LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang akan dihelat dalam waktu dekat ini, Utusan Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab mengatakan momentum ini menjadi kesempatan OKI untuk membuka mata dunia soal kekejaman Israel terhadap Palestina yang terlupakan.

“Konferensi ini merupakan kesempatan OKI untuk menyuarakan, sekaligus membuka mata dunia atas kekejaman Israel terhadap Palestina,” ungkap Alwi usa menjadi menjadi pembicara di Pengajian Bulanan Muhammadiyah – Jakarta, Jumat (4/3/2016) malam.

“Karena banyak negara yang melihat bahwa kekejaman Israel ini di luar norma kemanusiaan, sehingga ini menjadi kesempatan yang baik untuk menyampaikannya ke dunia,” lanjutnya.

Alwi menambahkan, di dalam konferensi itu juga akan membahas pembebasan Masjid Al Aqsha dari tangan Israel.  “Jangan sampai Israel melakukan pengusiran secara sistematis dari daerah yang diduduki rakyat Palestina, khususnya di Yerusalem Timur, katanya.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah – Jakarta, Ali Munhanif berharap agar konferensi OKI ini tidak hanya menghasilkan deklarasi demi deklarasi lagi.

“Deklarasi sudah terlalu sering dibuat, namun keberlanjutan diplomasinya tidak terjadi. Mestinya diimbangi dengan semacam strategi yang terukur untuk diplomasi internasional mendorong pengakuan PBB atas Palestina,” kata Ustaz Munhanif.

“Yang paling penting membuat timeframe, transisi menuju Palestina merdeka. Itu kan sudah menjadi agenda Dasasila Bandung, itu amanah konstitusi dan amanah utama dibentuknya OKI,” lanjutnya.

Munhanif berpendapat, orang lebih sibuk membicarakan Arab Spring atau Demokrasi, tapi lupa soal konflik sebetulnya di Timur Tengah, yaitu kemerdekaan Palestina.

“Harapan saya muncul semacam, pola transisi yang terukur dari segi waktu, kapastias dukungan internasional, untuk mendorong pengakuan tadi. Saya kira OKI di Jakarta ini penting, untuk menyuarakan kembali isu yang terlupakan,” pungkasnya. (pnurullah/alhikmahco)