Komisi Hukum MUI: Lawan Zionis dengan Ukhuwah

Komisi Hukum MUI: Lawan Zionis dengan Ukhuwah

0 32

ALHIKMAHCO,– Dewasa ini, gerakan Zionisme di berbagai sektor terutama agama, politik, dan ekonomi semakin meradang. Keberadaan The Protocol of Zion seakan memaktubkan gerakan para zionis yang berusaha merusak tatanan dunia yang ada, demi terbangunnya tatanan dunia baru.

Demikian dijelaskan Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Prof. Mohammad Baharun dalam Mudzakarah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kanwil Jabar, beberapa waktu lalu. Menurutnya, saat ini umat terlalu sibuk berkoar mencegah masuknya Zionisme, padahal protokol membuat tatanan baru tersebut sudah dilakukan oleh para zionis sejak lama.

“Kita seharusnya mempersoalkan kondisi umat Islam yang tengah lemah mengantisipasi semakin gencarnya gerakan zionis ini,” katanya.

Sebab itu, untuk melawan zionis, ia berpendapat umat Islam harus kembali ke ajaran Alquran dan Assunnah. Salah satu ajaran yang efektif, lanjut Prof. Baharun, adalah mengikat erat ukhuwah islamiyah. Ia menuturkan, persatuan umat Islam bisa menjjadi potensi kekuatan yang sangat besar untuk melawan gerakan konspirasi yang dilancarkan zionis.

“Sebagaimana Rasul sampaikan, seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu kalbunyani wahid, seperti bangunan yang padu,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Dan untuk tujuan itu, kita butuh seorang pemimpin yang mempersatukan umat,”

Saat ini, ia menilai para pemimpin Islam yang berada di jajaran birokrasi kurang bisa merespon isu nasional dan internasional yang memojokkan Islam. Mereka, katanya, cenderung sibuk membagi kursi jabatan. Prof. Baharun menekankan perlunya partai dan organisasi Islam berada di garda depan menjelaskan keutamaan ajaran Islam.

“Pemimpin Islam harus bisa merespon isu sensitif seperti isu toleransi, gender, dan HAM yang diadudomba oleh zionis,” kata mantan Dewan Ketahanan Nasional ini. Umat Islam yang dipimpin pemimpin berkualitas, katanya, akan siap melawan konspirasi zionis. (Aghniya/Alhikmah)