Komisaris PBB: Orang yang Menolak Pengungsi Suriah Adalah Sekutu ISIS

Komisaris PBB: Orang yang Menolak Pengungsi Suriah Adalah Sekutu ISIS

0 56
pic source: BBC

ALHIKMAHCO,– Di tengah kacaunya situasi Suriah, ekstrimis ISIS telah banyak merebut sejumlah wilayah, dan memproklamirkan kekhalifahan. ISIS juga mengaku bertanggungjawab atas serangan di Paris, dan penembakan massal di California bagian selatan.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran dari para pejabat pemerintahan di Eropa dan negara-negara bagian di Amerika. Mereka tak mau mengambil risiko menampung pengungsi, dan memberlakukan pengawasan ketat sebagai antisipasi masuknya ekstrimis berbahaya.

Melihat sikap para pemimpin dunia ini, Komisaris PBB untuk urusan pengungsi, Antonio Guterres, angkat suara, terutama dalam menanggapi pernyataan Donald Trump yang mengusulkan larangan masuk bagi muslim asing. Menurutnya, orang-orang yang menolak para pengungsi Syria adalah sekutu dari ISIS, dan ekstrimis lainnya.

“Orang-orang yang menolak pengungsi Suriah, terutama jika mereka adalah Muslim, adalah sekutu dari rencana propaganda kelompok-kelompok ekstrimis,” kata Guterres, seperti dilansir The Guardian, Selasa (22/12/2015).

Saat ini lebih dari 4,3 juta warga Suriah melarikan diri dari perang saudara yang berlangsung hampir lima tahun. Guterres mengatakan pada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka tidak bisa disalahkan atas teror ini. Justru, para pengungsi ini telah mempertaruhkan hidup mereka untuk melarikan diri.

“Kita tidak boleh lupa bahwa para pengungsi adalah korban utama teror tersebut, dan bukan sumbernya. Memang ada kemungkinan bahwa teroris bisa mencoba menyusup sebagai pengungsi. Tapi kemungkinan ini juga berlaku untuk semua masyarakat,” lanjutnya.

Dalam survei PBB, 86 persen dari 1.200 warga Suriah yang melarikan diri ke Eropa memiliki pendidikan sekolah menengah dan sebagiannya mahasiswa universitas yang putus di tengah jalan karena perang. Saat ini, menurutnya, Suriah tengah mengalami penurunan jumlah SDM berkualitas.

“Tak bisa kita bayangkan efek dan konsekuensi bencana pasca konflik Suriah ini bagi mereka di masa depan tak ada orang yang mau membantu,” tukasnya. (Aghniya/Alhikmah/The Guardian)