Klaim Serupa dengan Ali, Jalal: Saya Anggota DPR Paling Penyayang

Klaim Serupa dengan Ali, Jalal: Saya Anggota DPR Paling Penyayang

0 780
Tokoh Syiah Indonesia Jalaluddin Rakhmat

ALHIKMAHCO,– Dalam acara Syiah Idul Ghadir, Ahad (04/10/2015), tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat mengklaim dirinya serupa Ali bin Abi Thalib dalam hal kepemimpinan. Pernyataan tersebut merujuk pada sifat mengasihi rakyat (arhamunnas) yang dimiliki Ali bin Abi Thalib r.a yang menurutnya tidak pernah memakan hak rakyat.

“Kalian, insya Allah beruntung karena telah ikut serta memilih Jalaludin Rakhmat untuk jadi anggota DPR. Sepanjang pengetahuan saya, di antara anggota DPR yang paling menyayangi rakyat, adalah saya. Saya yang Arhamunnas,” kata pria yang akrab disapa kang Jalal ini dalam Seminar Syiah “Ali Amirul Mukminin a.s dan Teladan Kepemimpinan” di Aula Muthahari Bandung.

Pada khalayak, Jalal meminta agar mereka memilih pemimpin yang memiliki sifat seperti Ali versi kang Jalal: Sifat pengasih (arhamunnas), sifat mengetahui (a’lamunnas), dan sifat adil (ahkamunnas). Atau setidaknya hanya memiliki sifat pertama (pengasih pada rakyat). Dan ia mengklaim, dirinya yang merupakan anggota Komisi VIII DPR RI itu memiliki sifat pengasih (arhamunnas) seperti Ali.

Menanggapi klaim Jalal bahwa dirinya anggota DPR paling penyayang rakyat, anggota bidang Perundangan MUI Pusat, Dr. Abdul Chair, menilai pernyataan Jalal tersebut cenderung arogan dan terlalu percaya diri.

Ia berpendapat, yang berhak menilai kepemimpinan itu orang lain, bukan diri sendiri. “Dia menilai dirinya menyayangi rakyat, tapi mengkhianati bangsa, negara, bahkan umat Islam sendiri,” kata Dr. Abdul Chair, dihubungi Alhikmah, Ahad (04/10/2015).

Dr. Abdul Chair pun menyorot Jalal yang kerap menggandeng Iran dalam setiap acara IJABI. Ia yang juga Dewan Pakar ANNAS ini mengkritisi terlaksananya Idul Ghadir oleh ormas syiah IJABI. Menurutnya, perayaan Idul Ghadir bisa sangat berbahaya bagi masa depan rakyat. Sebab, lanjutnya, melalui hari raya agung Syiah tersebut, akan muncul doktrinisasi ideologi imamah yang berujung pada ketaatan pada Waly Al Faqih yang saat ini diduduki Ali Khamenei.

“Alim ulama, pimpinan ormas Islam, harus menjelaskan pada umat tentang kesesatan ritual idhul ghadir dan assyura-syiah,” sarannya. (Aghniya/Alhikmah)