KH Ali Mustafa Ya’qub Tak Lelah Berdakwah Demi Bekal Akhirat

KH Ali Mustafa Ya’qub Tak Lelah Berdakwah Demi Bekal Akhirat

0 32
pic source: bintang.com

ALHIKMAHCO,– Sosok KH Ali Mustafa Ya’qub berperan besar dalam berkembangnya dunia dakwah dan kajian Islam di Indonesia. Perjuangan-perjuangan berat berdakwah, mendirikan pesantren, mengajar, menulis buku, berkontribusi dalam komisi fatwa MUI, hingga menjadi imam besar, telah ia lakoni.

Selepas lulus dari Universitas King Saud, ia menghibahkan waktunya dengan menjadi pengajar ilmu Al Qur’an sampai 2008. Di tahun yang sama, ia memutuskan mengambil S3 di bidang Syariah di Universitas Nizhamia India.

Dengan ilmunya yang mumpuni, Kyai Ali pernah menyambangi puluhan negara. Ia berdakwah, dan mengabarkan pada dunia tentang kebaikan Islam.

Kala berdakwah Eropa, ia melihat sendiri, bagaimana gereja-gereja ditutup dan berganti dengan masjid. Pun dengan diskotik-diskotik. Masyarakat Barat yang menganut pelbagai agama, berbondong-bondong menuju Islam.

Pengalaman unik lainnya ia alami saat berada dalam perjalanan dakwah lintas negeri. “Saya pernah tidak shalat seharian saat di luar negeri,” ungkapnya serius.

Ia merasakan panjangnya perjalanan selama di pesawat dari San Fransisco menuju Hongkong, tahun 2000 lalu. Kyai Ali mengaku pasrah. Saat itu ia berangkat Selasa malam, dan sampai di Hongkong Kamis pagi. Namun sepanjang perjalanan ia melihat suasana di luar itu malam, alias tidak pernah muncul cahaya matahari. Walhasil, satu hari ia lewati dengan malam yang sangat panjang.

“Karena malam terus, jadinya nggak mungkin dong saya shalat Ashar, Dzuhur, dan Maghrib,” ungkapnya tersenyum.

Dengan padatnya aktivitas dakwah yang ia jalani, Kyai Ali tak mau menyerah pada kata ‘lelah’.

“Lelah pasti. Namun ini semata saya lakukan untuk masa depan saya, yaitu masa setelah kehidupan yang fana ini,” tegasnya.

Perjuangan membela agama Allah yang terus ia lakukan sampai akhirnya, ia abdikan semata-mata untuk mempersiapkan diri di alam yang abadi. Baginya, itulah sebaik-baiknya rencana hari depan. (mr/aghniya/alhikmah)