Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

0 32

ALHIKMAHCO,– Terdapat banyak keutamaan di sepersepuluh bulan Dzulhijjah. Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, salah satunya adalah dengan berpuasa Arafah dan puasa Tarwiyah.

Ia menuturkan, puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada saat diberlangsungkannya wukuf di tanah Arafah tanggal 9 Dzulhijah oleh para jamaah haji. Sementara itu, puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah.

“Ketika puasa di hari arafah itu diampuni dosa yang lalu dan dosa yang akan datang. Jadi, yang lalu yang sudah dilakukan kita diampuni, yang belum dilakukan Allah sudah mengampuni lebih dulu,” jelas Kiai Cholil.

Keutamaan puasa Arafah ini, katanya, tertuang dalam riwayat dari Abu Qatadah rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas.” (HR. Muslim)

Kiai Cholil menjelaskan, umat Islam sangat membutuhkan pengampunan dari Allah. Karena itu, sudah seharusnya umat Islam berpuasa Arafah dan Tarwiyah di Bulan Dzulhijjah yang ditetapkan Allah sebagai salah satu bulan yang baik.

“Jadi ada waktu-waktu di mana Allah memotivasi kita dengan caranya Allah bagaimana kita mendekati Allah. Tidak ada yang lebih besar bagi kita selain pengampunan, maka ada maghfiroh ada afwun. Kalau maghfiroh itu diampuni oleh Allah dan catatan pun tidak ada. Kalau afwun catatannya ada tapi oleh Allah tidak disiksa,” kata Kiai Cholil.

Puasa Arafah dan Tarwiyah pun sangat dianjurkan dilaksanakan untuk turut merasakan nikmat jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah, memang merupakan hari-hari yang istimewa. (rol)