Ketika Pendaki Muslim Unjuk Eksistensi dengan Gelar Silaturahim Nasional

Ketika Pendaki Muslim Unjuk Eksistensi dengan Gelar Silaturahim Nasional

0 515

KEGIATAN alam bebas atau pendakian, saat ini sudah menjadi trend hampir semua kalangan. Seperti pelajar, mahasiswa, bahkan orang kantoran. Pun saat ini lahir komunitas-komunitas di dunia maya yang memiliki satu kesatuan minat yang sama. Baik yang sudah profesional atau sekadar hobi. Salah satunya, Komunitas Pendaki Muslim (KPM) yang awalnya terbentuk di grup jejaring Facebook lalu mengadakan pertemuan-pertemuan darat (kopdar).

“KPM terbentuk dari rasa keprihatinan beberapa relawan ukhuwah atas cibiran yang terarah kepada para komunitas pegiat alam berbasis Islam.” tutur Dean Raharjov yang didapuk menjadi Rais ‘Am KPM.

“Akhirnya dengan gerilya para relawan ukhuwah ini, melahirkan sebuah wadah komunikasi antar pendaki berbasis Islam. Semua komunitas yang terakses dapat melakukan upaya menjalin rasa dalam bingkai ukhuwah.” lanjut Dean belum lama ini.

IMG-20150801-WA0001Sementara dari official grup, imbuh Dean, komunitas ini memiliki visi menjadi wadah pecinta alam (pendaki) muslim. Yakni berperan dalam mewujudkan generasi Islam yang peduli lingkungan, sehingga bisa menjadi uswah bagi pecinta alam lainnya.

Salah satu pembuktian eksitensi komunitas ini dengan melakukan Silaturahim Nasional di Lapangan desa Garung (jalur pendakian G. Sumbing via Garung) Kalikajar, Wonosobo Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (25-26/07/2015) kemarin.Kegiatan ini diikuti puluhan pendaki perwakilan dari pelbagai komunitas pendaki muslim. Seperti pendaki Rocker (pendaki akhwat tetap menggunakan rok saat naik gunung), As-Syakur Adventure, Muslim Adventure Indonesia, dan sebagainya.

Acara ini juga ramai oleh anak-anak hingga para remaja. Dibarengi dengan kegiatan bakti sosial, seperti penyerahan wakaf al quran, bantuan alat pendidikan untuk masjid dan Taman Pendidikan Alquran yang ada di sekitar lokasi kegiatan. (pnurullah/alhikmah/rilis)