Kekuatan Iman Temukan Kunci Sukses

Kekuatan Iman Temukan Kunci Sukses

0 167

ALHIKMAH.CO–Sepanjang hayatnya orang-orang berupaya untuk mencari jalan guna memperoleh keku­atan mental dan fisik. Semua tindakan ini bermuara pada satu hal, mewujudkan definisi pribadi mereka tentang sukses. Demi tercapai tujuan ini mereka pun menggunakan peng­obatan dan ilmu pengetahuan dengan harapan men­dapatkan hasil dari berbagai obat-obatan atau latihan-latihan mental.

Berbagai kegiatan penunjang sukses dilakukan. Meskipun demi­kian, kebanyakan diantara mereka tidak berhasil menda­patkan formula yang dapat membuat mereka tetap tangkas, bersemangat, dan enerjik hingga akhir hayatnya. Banyak diantaranya yang sudah bisa mewujudkan definisi masingmasing tentang sukses namun merasa gelisah karena dia tidak merasa sepenuhnya sukses. Lalu, sebenarnya bagaimana sukses yang hakiki itu?

Satu-satunya cara yang dapat membuat seseorang dapat tetap kuat dan cekatan secara mental dan fisik meraih sukses adalah iman. Dan sukses . . . harus menggunakan kacamata iman. Azas manfaat bagi orang lain, kemampuan bersabar, masuk surga, dan sederet nilai sukses lain yang didasarkan Al-Qur’an dan sunnah adalah jawabannya. Ketakwaan kepada Allah di dalam hati seseorang mem­buatnya cekatan, waspada, dan kuat setiap saat dalam mewujudkan kesuksesan hidup.

Allah mengaruniai orang-orang beriman kekuatan ini karena keimanan mereka kepada-Nya dan mengamalkan al-Qur’an, lagi pula hasrat dan semangat orang-orang ber­iman dalam memperoleh keridhaan Allah memberikan kepada mereka kekuatan yang tak terbatas.

Karena senantiasa mengingat fakta bahwa kehidupan di dunia ini adalah singkat saja dan kematian serta pengadilan adalah dekat, senantiasa menjadi sumber motivasi dan aktivitas mereka. Se­mangat mereka yang berkaitan dengan iman ini tidak memungkinkan adanya rasa putus asa dan kekecewaan serta memberikan energi yang segar untuk melakukan amal-amal keba­jikan satu per satu, siang dan malam.

Selain kekuatan fisik, orang-orang beriman juga memiliki kesadaran dan ke­insyaf­an yang jernih. Mereka dapat merasakan dengan cepat sisi-sisi yang rumit dari peris­tiwa-peristiwa, membuat solusi yang terang yang tidak dapat dilihat oleh orang-orang lain­nya, meng­iden­tifikasi kejadian-kejadian dengan cara yang paling komprehensif, dan menarik kesim­pulan-kesimpulan paling akurat.

Bahkan pada saat-saat kecapaian pun, mereka memi­liki kesadaran yang tajam kare­na semangat yang ada pada diri mereka. Mere­ka menjalankan tugas-tugas mereka dengan cara setepat dan sesempurna mungkin dan, dengan kehendak Allah, memperoleh hasil-hasil yang sukses.

Singkatnya, mereka mem­perlihatkan keman­tap­an dan kekuatan yang tak terkira dalam mengerjakan apa saja yang mereka lakukan dan tidak pernah loyo. Bila­mana mereka tidak mencapai keberhasilan yang segera, mereka tidak pernah merasa putus asa dan kehilangan komitmen mereka, karena menyadari bahwa hasil akhir dari setiap amal senantiasa layak bagi orang-orang beriman.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad demi agama Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (Q.s. at-Taubah: 20).

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200)

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (al-Maa`idah: 105) (Maroji’: Sejarah Nabi Muhammad SAW karangan M. Husain Haekal)