Kebesaran Hati Arifin Ilham dan Kisah Air Mata Taubat 34 Penganut Syiah...

Kebesaran Hati Arifin Ilham dan Kisah Air Mata Taubat 34 Penganut Syiah Penyerang az Zikra

Ustadz Arifin Ilham berjumpa istri tersangka penyerangan az Zikra (pic:mr/Alhikmah.co)

ALHIKMAH.CO–Embun pagi masih menggelayut di dedaunan pinggiran kota Bogor. Fajar baru tadi saja menyemburat, namun masyarakat berpeci putih itu sudah mendatangi panggilan kemenangan itu. Kumandang adzan syahdu membelai kawasan tenang nan damai sehari-hari di Kampung Az Zikra, Sentul Bogor, tempat kediaman ustadz kesohor Arifin Ilham.

Alhikmah sudah berada di sana Selasa pagi (3/3/2015). Usai shalat subuh, di Masjid az Zikra, ustadz Arifin Ilham, seperti biasa duduk, dengan suara serak dan lembutnya khasnya berzikir, memberikan tausiyah yang menggugah jiwa. Nampak, seorang supir pribadi Arifin Ilham dengan mata berkaca, berbagi kepada hadirin, bahwa kini, dirinya telah mendapatkan hidayah lewat tangan sang Ustadz.

Dulu, dirinya ialah seorang yang berkubang dalam pusaran gelap “Alhamdulillah, baru-baru ini saya diajak umroh sama ustadz Arifin,” kata sang supir bersyukur dengan mata menahan linangan, berkali-kali mengalami lembaran baru hidupnya. Ustadz Arifin pun, dengan rendah hati, menyebut bahwa semua adalah karunia Allah. ‘Arifin’ sebutan ustadz Arifin mengganti ‘saya’, dan ‘Abang’ sapaan akrab pada orang yang lebih tua, membuat suasana lebih akrab.

Embun pagi pun mulai jatuh dari pucuk dedaunan. Jingga menyemburat terang, membelai pucuk-pucuk menara Az zikra. Semburat mentari mengantar masyarakat az Zikra memasuki rumah ustadz Arifin selemparan batu dari Masjid, dan menikmati jamuan sang Ustadz bersantap nasi kuning plus nasi uduk, sambil mendengar tausiyah lembut sang Ustadz.

Tak lama, tuan rumah pun kedatangan tamu. Lima orang wanita, membawa anak-anak, yang ditemui ustadz Arifin. Rupanya, mereka adalah lima orang istri penganut Syiah yang menyerang kampung – yang sehari-hari damai- Az Zikra beberapa waktu silam, hingga menyebabkan korban luka, bang Faisal.

“Ampuun..ustadz. Maafkan suami saya,” air mata tumpah dari para wanita ini, merengek minta maaf. Sudah beberapa hari, para wanita dan anak ini tak bersua dengan suami dan ayahnya. Ustadz Arifin dengan lembut pun berbincang dengan para wanita ini. “Saya sebenarnya kasihan sama ibu dan suami ibu. Kampung ini ibu lihat sendiri damai, tenang. Mengapa mereka tiba-tiba menyerang kami,” lirih ustadz Arifin.

Keluarga tersangka Syiah penyerang az Zikra (pic:mr/Alhikmah.co)
Keluarga tersangka Syiah penyerang az Zikra (pic:mr/Alhikmah.co)

“Kalau mereka nggak menyerang, seharusnya ibu-ibu tidak seperti sekarang. Kami, saya dang bang Faisal, secara manusiawi dan pribadi sudah memaafkan sebelum ibu datang ke sini. Tapi, proses hukum masih terus berjalan, kita serahkan ke pihak berwenang,” tambahnya.

“Ibu lihat, anaknya bang Faisal. Sampai sekarang itu kalau dengar suara motor dia ketakutan trauma.  Sampai-sampai dia ngungsi. Bisa dibayangkan kalau itu suami ibu, didatangi orang, lalu dipukul di depan anak-anak ibu?” lirih ustadz Arifn dengan mata berkaca-kaca.

Pagi itu, kampung tenang az Zikra menjadi saksi, akan kebesaran hati ustadz Arifin Ilham. Yang mendakwahi para ibu agar menjaga suami mereka dalam jalan keselamatan, Islam, akidah ahlus sunnah wal jamaah.

Pagi itu, ustadz Arifin pun, menyantuni para istri korban, memberikan biaya untuk keperluan biaya hidup karena ditinggal para suami mereka  yang menyerang kampung kediaman ustadz Arifin yang kini sedang mendekam di penjara, begitu kata Juru Bicara Majelis az Zikra, ustadz Ahmad Syuhada kepada Alhikmah, beberapa waktu silam.

34 Tersangka Mengaku Syiah dan Bertekad untuk Bertobat

Dan kebesaran hati ustadz Arifin Ilham pun terus berlanjut ketika pihak az Zikra pun akhirnya mendatangi para tersangka pelaku penyerang kampung az Zikra lusanya, Kamis (5/3/2015) ke Polres Kabupaten Bogor. “Secara manusiawi, kami sudah memaafkan mereka, karena itulah akhlak Islam, namun proses hukum masih terus berlanjut,” kata ustadz Ahmad Syuhada usai menjenguk para tersangka.

Kepada Alhikmah.co, ustadz Syuhada pun mengisahkan bagaimana kebesaran hati ustadz Arifin Ilham kepada 34 orang Syiah tersangka penyerangan Kampung Az Zikra. “ Di dalam, para tersangka seluruhnya, 34 orang mengaku bahwa mereka penganut Syiah, mereka yang sukarela mengaku” kata ustadz Ahmad Syuhada mengawali pembicaraan.

Tersangka Syiah penyerang az Zikra (pic: Ahmad Syuhada)
Tersangka Syiah penyerang az Zikra (pic: Ahmad Syuhada)

Dibacakannya ayat-ayat Quran oleh ustadz Syuhada di hadapan para tersangka. Mungkin, lama…telah lama tak terdengar suara peneduh jiwa itu. “Kami ruqyah mereka,” kata ustadz Syuhada. Ayat demi ayat pun, membuat mereka meneteskan air mata akibat dibacakan ayat Quran.

Diperlihatkannya kepada para penganut Syiah, video ketika para istri mereka, dua hari silam bersua dengan sang ustadz yang begitu lembut. Air mata pun tetiba tertumpah dari mata mereka. Bulir-bulir bening itu tak terasa jatuh, rindu dengan keluarga.

“Ustadz Arifin sudah memberikan santunan untuk istri dan anak bapak. Dan kami ke sini pun, ada titipan dari ustadz Arifin untuk bapak-bapak semua,” kata ustadz Syuhada di hadapan para penganut Syiah menuturkan. “Alhamdulillah, astagfirullah, kami menyesal telah menyerang az Zikra ustadz, kami mengaku perbuatan kami salah,”ungkap mereka menangis haru seperti dikisahkan ustadz Syuhada.

Bulir bening masih mengalir dari sudut mata para penganut Syiah. Mereka pun menyesal bahwa mereka menganut Syiah. Mereka menyatakan dirinya menyesal dan ingin bertobat kembali kepada Ahlus sunnah. “Kami berjanji kami tidak akan melakukan perbuatan kami lagi, dan kembali ke ahlus sunnah,” teriak mereka sayup-sayup terdengar hingga ke tempat para wartawan berkumpul di luar sel.

“Bahkan, mereka sampai teriak keras menyatakan bahwa mereka bertaubat. Mereka menangis, sampai berjanji dengan ‘Demi Allah’, hingga siap diazab kalau mereka kembali lagi, terlepas dari taqiyyah ( berbohong ) atau tidaknya mereka,” kata ustadz Syuhada. Dan kebesaran ustadz Arifin pun meluluhkan mereka, mengembalikannya mereguk manisnya Iman dan Islam.

“Satu persatu dari mereka mengatakan kembali kepada ahlus sunnah, dan akan belajar Islam dengan baik,” kata ustadz Syuhada. Az Zikra pun memberikan mereka buku panduan MUI tentang penyimpangan Syiah, buku Dewan Dakwah.

Juru Bicara Majelis Az Zikra, Ustadz Ahmad Syuhada (pic:mr/Alhikmah.co)
Juru Bicara Majelis Az Zikra, Ustadz Ahmad Syuhada (pic:mr/Alhikmah.co)

“Kami harapkan mereka kembali kepada kebenaran, benar-benar menyesal. Kami sama sekali tidak dendam. Islam menginginkan manusia masuk ke surga, rahmatan lil alamin. Dan inilah dakwah ahlus sunnah wal jama’ah, memanusiakan manusia,” tegas ustadz Syuhada.

“Terlepas dari taqiyyah atau tidak, mereka sudah menyatakan menyesal, dan mengakui bahwa syiah dan perbuatan mereka itu salah,” ungkapnya. Korban penyerangan penganut Syiah, bang Faisal pun masuk ke sel, dan berpelukan dengan para tersangka penyerang mereka. Air mata haru pun luluh, tumpah, seakan kejadian berabad silam terulang kembali.

Dulu, dengan kebesaran hati Rasulullah, para penentangnya, para orang yang memusuhinya satu persatu akhirnya kembali ke pangkuan iman, pangkuan Islam.  Khalid bin Walid, yang akhirnya berada di barisan rasulullah. Abu Sufyan, Ikrimah, Suhail, dll. Dan kini seakan sejarah berulang, ketilka kebesaran hati Arifin Ilham meluluhkan para penganut Syiah penyerang kampungnya.

“Dan inilah dakwah ahlus sunnah wal jamaah, memanusiaan manusia. Dan mereka menyatakan bertaubat terlepas taqiyyah atau tidak,” tegas ustadz Syuhada kembali.

“Salah satu bukti pertaubatan ialah dengan menjalani hukuman ini. Mereka mengatakan siap untuk itu, menjalani proses hukuman. Kami sudah memaafkan, bahkan ustadz Arifin memberikan mereka santuan, tapi proses hukum terus berlanjut, polisi sudah melakukan penyelidikan hingga tahap Mabes Polri,” tambahnya.

Terakhir, ustadz Syuhada mengatakan kepada para penganut Syiah yang bertaubat, bahwa az Zikra adalah Majelis Zikir yang dikenal damai dan ramah, juga berusaha menjadi pemersatu umat Islam ahlus sunnah wal jama’ah.

“Di sini (az Zikra) ada semua komponen, kita semua kesatuan umat, ahlus sunnah mulai dari Habaib, NU, Muhammadiyah, FPI, Salafi, Jihadi, al Irsyad, Tabligh, Persis, Hasmi, MIUMI, dan semua elemen mendukung az Zikra. Kita dakwah dengan kelembutan, mengajak orang ingat (zikir) kepada Allah, mengajak orang bertaubat,” kata ustadz Syuhada.

“Dan istilah ustadz Arifin ialah benang tasbih. Merangkai potensi umat, menyatukan kekuatan ahlus sunnah,” kata ustadz Syuhada. Dan sesuai dengan namanya, az Zikra, kembali mengingat Allah, lagi-lagi kebesaran ustadz Arifin Ilham pun meluluhkan para penganut Syiah, kembali mengingat Allah, kembali ke pangkuan Islam. (mru/alhikmah.co)