Jurnalis Kunjungi Israel, Pengamat Komunikasi: Mereka Sudah Dibeli

Jurnalis Kunjungi Israel, Pengamat Komunikasi: Mereka Sudah Dibeli

0 58
sumber:jerusalempost

ALHIKMAHCO,– Masyarakat sempat dikejutkan dengan kabar sejumlah jurnalis Indonesia yang menghadiri jamuan Israel (baca: Duh, Lima Jurnalis Indonesia Hadiri Jamuan PM Israel Benjamin Netanyahu). Kunjungan para jurnalis ini menuai kecaman keras dari pelbagai lapisan masyarakat, mengingat Israel-Indonesia telah memutus hubungan diplomatik sejak lama.

Pengamat komunikasi, Maimon Herawati turut menanggapi kunjungan jurnalis Indonesia ke negeri penjajah tersebut. Ia menilai, para jurnalis itu telah dibeli oleh Israel.

“Kalau mereka tidak dibeli, mana mungkin salah seorang jurnalis itu menulis tentang perlunya perbaikan hubungan antara Indonesia-Israel tanpa menyebut Palestina sedikit pun. Memang hubungan diplomatik Indonesia-Israel bisa berdiri tanpa kehadiran Menlu?” tegasnya, diwawancarai pada Senin (11/4/2016).

Tak cukup sampai disitu, Maimon pun mengklaim para jurnalis itu telah membangkang UUD 1945 sebagai rambu-rambu hukum negara Indonesia. Mereka dinilai tak memahami alinea pembukaan UUD yang menyatakan ‘penjajahan di atas dunia harus dihapuskan’. Padahal, katanya, terang dalam UU lainnya bahwa Indonesia berperan aktif mencapai perdamaian di dunia.

“Ini adalah pembangkangan atas apa yang ditetapkan negara dalam UU. Posisi mereka saat ini, seperti tengah mendukung negara yang secara Internasional telah diketahui sebagai penjajah Palestina,” tukas dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad ini.

“Demi berita, wartawan boleh memanggil narasumber manapun untuk dijadikan objek berita. Yang tidak boleh, adalah ketika mereka diundang dan dibiayai oleh negara yang kejahatannya  jelas sudah diakui secara internasional. Ditambah, jika berita yang mereka buat tak berbuah kritik atas negara tersebut,” ia melanjutkan.

Maimon pun mengimbau Dewan Pers agar mengundang para jurnalis tersebut untuk dimintai kejelasan motif dibalik kunjungan mereka ke Israel.

“Harusnya Dewan Pers memanggil mereka. tidak lupa untuk mengundang medianya, karena mereka para jurnalis tidak mungkin pergi tanpa izin dari persnya,” tandasnya. (Khalid/ed.Aghniya/Alhikmah)