Jelang Wukuf, Seperti Ini Strategi Pengamanan Jamaah

Jelang Wukuf, Seperti Ini Strategi Pengamanan Jamaah

0 26

ALHIKMAHCO,– Jamaah haji akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1438 H atau 31 Agustus 2017. Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), Jaetul Muchlis, menjelaskan terdapat dua strategi pengamanan yang diterapkan di Armina.

Pertama, membuat pos yang sifatnya stasioner (diam), yang menangani rute perjalanan jamaah dari tenda menuju jamarat. Kedua, menyebar personel yang sifatnya bergerak (mobile). Personel-personel ini di antaranya yang pokok adalah tim kesehatan dan tim perlindungan jamaah,

“Berbeda dengan di Arafah dan Muzdalifah, jamaah bergerak saat berada di Mina karena harus melempar jumrah.  Sehingga akan ada pengawalan bagi jamaah Indonesia yang 68 persennya lanjut usia dan risti (risiko tinggi) kesehatannya. Padahal harus menempuh perjalanan jauh,” lanjutnya.

Sementara itu, petugas di daerah kerja bandara, Madinah, dan Makkah dikerahkan untuk pengamanan. Kendali operasional di Arafah dipegang oleh Daker Bandara, sedangkan Muzdalifah dan Mina menjadi tanggung jawab Daker Makkah dan Madinah. Ada tujuh pos titik stasioner, yakni Pos Mina Jadid, Mina Al Wadi, Mu’aishim 1, Mu’aishim 2, Jamarat 1, Jamarat 2, dan Azziyah-Syisyah.

Untuk tim kesehatan, mereka memiliki dua pos besar dengan 67 personel yang dibagi dalam tim-tim kecil. Tim kecil tersebut sifatnya bergerak. Jaetul menyebut, tidak ada rumah sakit lapangan di Armina karena dibatasi regulasi Arab Saudi.

“Kesehatan sifatnya respons darurat jadi ada alat kesehatan yang sangat minimalis yang dibawa tim yang sekiranya untuk melakukan pertolongan awal,” ujar Jaetul.

Jamaah yang membutuhkan pertolongan akan dievakuasi ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Tim kesehatan harus mengetahui fasilitas kesehatan yang dimiliki Saudi dan wajib mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan bulan sabit merah. []