Islam Mengajarkan Kesantunan dalam Bertamu

Islam Mengajarkan Kesantunan dalam Bertamu

1 141

ISLAM merupakan agama yang santun, karena Islam sangat menjunjung tinggi pentingnya etika, moral atau akhlak. Segala tabiat manusia ada aturannya, dari hal yang terkecil hingga yang besar.[i] Salah satunya adalah ketika bertamu atau mengunjungi rumah orang lain.

Dalam Islam, bertamu merupakan salah satu wujud dari silaturahim. Di mana bersilaturahim sendiri merupakan perbuatan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadikan seseorang seenaknya saja ketika bertamu. Allah SWT memberikan petunjuk apabila ketika ingin bertamu dalam firman-Nya berikut ini : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. (QS. An-Nuur [24]: 27-28). [ii]

Ayat-ayat di atas merupakan dasar hukum akan etika bertamu dalam Islam. Rasulullah SAW juga pernah bersabda : “Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” (HR. Bukhari dan Muslim). Beberapa riwayat menyebutkan, salah satu bentuk minta izin itu dengan mengucapkan Assalamu’alaikum.

Selain itu, apabila pintu belum terbuka atau tuan rumah belum membalas salam, Rasulullah SAW melarang seseorang mengintip ke dalam rumah. Sebab dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW pernah mencela perbuatan demikian, sebagaimana yang termaktub dalam hadits ini : “Jika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.” (HR Bukhari). [iii]

Hal yang lebih penting ketika bertamu, adalah mendo’akan tuan rumah dan memaafkan bila ada kekurangan atau hal-hal yang tidak berkenan. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits berikut : Ya Allah, ampunilah mereka, belas kasihilah mereka, berkahilah bagi mereka apa yang telah Engkau karunia-kan kepada mereka.  Ya Allah, berilah makan orang   yang telah  memberi kami  makan,   dan   berilah  minum  orang   yang memberi kami minum”. [iv]

[i] Tim Penceramah Jakarta Islamic Centre, (2005), Islam Rahmat Bagi Alam Semesta, Jakarta: Alifia Books, hlm. 38

[ii] Bachrul Ilmy, (2007), Pendidikan Agama Islam, Bandung: Grafindo, hlm. 104

[iii] Zaki al-Din, (2008), Ringkasan Sahih Muslim, Bandung: Mizan, hlm. 580

[iv] Muchsin, (2004), Bertetangga dan bermasyarakat dalam Islam, Jakarta: al-Qolam, hlm. 100