Islam Memerhatikan Adab Makan dan Minum Juga

Islam Memerhatikan Adab Makan dan Minum Juga

0 329
ilustrasi yakonsidauninsulin blog

AJARAN Islam tidak saja mengatur dan menata hal-hal yang berhubungan dengan ibadah formal, seperti shalat, zakat, puasa, haji, tetapi juga menaruh perhatian terhadap etika seorang muslim dalam melakukan aktifitas dan kegiatan sehari-harinya. Hal itu dapat diikuti dan ambil contoh dari sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, termasuk di dalamnya tentang etika pada saat beliau makan dan minum.

Tata cara makan dan minum merupakan hal yang penting dan dilakukan berulang-ulang setiap harinya. Tata cara makan dan minum merupakan bagian alamiah hidup yang membawa manfaat bagi yang melakukannya. Islam mengatur tentang variasi dan jumah asupan, kebersihan makanan, kebiasaan makan bersama dan lain-lain. Dengan demikian makan dan minum harus dilakukan dengan benar, baik dilakukan sendiri, bersama keluarga, ataupun dengan teman-teman. [1]

Adapun Etika makan dan minum antara lain:

  1. Berdo’a sebelum dan sesudah makan atau minum, permasalahan yang sungguh sangat ringan, namun sering terlalaikan oleh sebagian kaum muslimin, yaitu berdo’a sebelum makan. Padahal lebih ringan daripada sekedar mengangkat sesuap nasi ke mulut dan tidak lebih berat dari menahan rasa lapar. Sekurang-kurangnya lafal yang dibacakan, menurut An-nawawy, ialah Seutama-utamanya, ialah Bismillahir Rahmanir Rahim. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW: “Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan, maka hendaklah dia mengucapkan “Bismillah” (Dengan nama Allah), dan bila dia lupa diawalnya hendaklah dia mengucapkan “Bismillah fii awwalihi wa akhirihi” (Dengan nama Allah di awal dan diakhirnya).”[2]
  2. Menggunakan tangan kanan, makan dan minum dengan tangan kanan adalah wajib, dan bila seseorang makan dan minum dengan tangan kiri maka berdosa karena dia telah menyelisihi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta merupakan bentuk perbuatan tasyabbuh (meniru) perilaku setan dan orang-orang kafir.[3] “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, ia minum dengan tangan kiri. (HR. Muslim no. 5332)
  3. Makan dan minum secukupnya saja, tidak berlebih-lebihan, al-Qur’an menyatakan larangan makan dan minum secara berlebihan. Manusia cukup mengonsumsi makanan sesuai dengan angka kecukupan gizi yang dibutuhkannya. sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk udara. Rasulullah SAW menganjurkan hendaklah makan sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. “Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah kalian semua dengan tidak berrlebih-lebihan dan menimbulkan kesombongan
  4. Makan mulai dari makanan yang terdekat.

Umar Ibnu Abi Salamah ra berkata, “Saya dulu adalah seorang bocah kecil yang ada dalam bimbingan (asuhan) Rasulullah SAW. Tangan saya (kalau makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah menegur saya, ‘Wahai bocah bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.’ Maka demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim) [4]

 

[1] Aliah B.  Purwakania Hasan, (2008), Pengantar Psikologi Kesehatan Islami, Jakarta: Rajawali Pers, hlm. 178

[2] Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, (2003), Mutiara Hadits 6, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, cet. 1, hlm. 204

[3] Muhammad Abduh Rouf Al-Manawi, Faidul Qadir Bairut: Darul Qutub Al-Ilmiah, jilid I, hlm. 380

[4] Aliah B. Purwakania Hasan, Op. Cit, hlm. 179-180