Irena Handono Bahas Propaganda Liberal dalam Kajian GMI

Irena Handono Bahas Propaganda Liberal dalam Kajian GMI

0 936

ALHIKMAH.CO,– Mantan Biarawati yang kini aktif menyuarakan dakwah lewat pembentengan akidah umat, Irena Handono hadir menjadi salah satu pengisi materi dalam Kajian Sepekan Ramadhan 1437H Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) di Balai Asri Pusdai Bandung.

Pemilik Irena Center ini menyebutkan ada setidaknya ada empat langkah liberalisasi terhadap Islam. Pertama melalui propaganda shalat. Mereka menyebutkan dalam propagandanya ‘Belum jadi orang baik saja kok solat.

“Sering kita dengar, shalat itu kalau sudah baik, sudah bisa ikhlas, sudah bisa khusyu baru diterima shalatnya, kalau belum jadi orang baik mending perbaiki diri dulu. Itulah propaganda mereka yang disisipkan melalui pola pikir umat Islam,” ungkap Irena, Senin (06/06/2016).

Kedua, melalui propaganda jilbab. “Mereka menghembuskan pandangan, ‘Mau pakai jilbab tapi kesehariannya begitu. Mending jilbabin hati dulu, nanti saja kalau sudah perilaku sudah baik baru pakai jilbab’. Padahal menutup aurat itu bukan menutup hatinya kan, itu adalah perintah Allah, dan bagi siapa yang tidak mau mengikuti berarti dia telah membangkang atas perintah-Nya,” jelasnya.

Langkah ketiga, yaitu propaganda pemikiran. Mengutip QS Al Baqarah ayat 120, yang berbunyi Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah meraka. Menurut Irena kata  ‘millah’ itu artinya agama, budaya, dan pola pikir.

“Jadi mereka (Yahudi dan Nasrani) tidak akan pernah ikhlas dan senang sebelum umat Islam mengikuti agama mereka, budaya mereka, dan pola pikir sesuai dengan apa mereka kehendaki. Sebabnya umat Islam saat ini sedang diacak-acak oleh mereka, sehingga membuat kita selalu kalah jauh berada dibelakang kaum Yahudi dan Nasrani,” terangnya.

Ia melanjutkan, yang keempat, yaitu propaganda politik. Salah satu yang mereka lakukan ialah mencegah penegakkan syariat Islam. Akibatnya banyak peraturan hukum yang dianggap tidak adil. Lalu bagaimana solusinya? Jawabannya ada dalam QS Ar Ra’d ayat 11.

“Yang berbunyi, ‘Sesungguhnya Allah tidak mengubah sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..’ Jadi solusinya kembali berhukum kepada hukum Allah SWT, yaitu menggunakan Al Quran dan Sunnah. Kembali Iqro, membaca permasalahan hidup melalui paradigma Al Quran,” jelasnya.

Terakhir Irena Handono mengutip perkataan Amer Syamqul Musthofa bahwa Kedzhaliman akan tetap ada tidak bisa kita hindari tapi bukan karena banyaknya orang jahat dan sedikitnya orang baik, tapi karena diamnya orang-orang yang baik.  (dita/alhikmah)