INSHAF, Langkah Da’wah dari Sepetak Masjid Kampus

INSHAF, Langkah Da’wah dari Sepetak Masjid Kampus

0 108

ALHIKMAHCO,– Sepanjang sejarahnya masjid selalu menjadi pusat perhatian dalam membangun sebuah peradaban. Pun demikian dengan sang juru da’wah kita sepanjang zaman Nabi Muhammad Saw., yang menaruh perhatiannya pertama kali pada masjid tatkala tiba di Madinah. Masjid pun tak ubahnya selalu melahirkan generasi berisikan orang-orang berkualitas dari zaman ke zaman.

Berbekal keyakinan itulah yang mendorong sekelompok pemuda-pemudi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ulul Abshor Universitas Pasundan yang memulai da’wahnya dengan berangkat dari masjid sebagai langkah awal dalam menanam tunas peradabannya. DKM Ulul Abshor Universitas Pasundan mencoba menghidupkan da’wah di masjid dengan mengadakan majelis ilmu setiap harinya.

INSHAF (Institute Shaf Masjid), begitulah kegiatan ini biasa disebut. Sebuah agenda majelis ilmu yang istiqomah dijalankan setiap hari Senin-Sabtu. Kegiatan yang sudah dimulai sejak Selasa, 15 Maret 2016 ini perlahan-lahan mulai menarik perhatian para pegiat ilmu dalam mengisi waktu luangnya dengan limpahan ilmu bermanfaat. Kajian pun konsisten dilakukan di Masjid Unpas Jalan Lengkong Besar No. 68 Bandung.

“Kembali ke pokok da’wah yaitu terciptanya sebuah peradaban dari awal masjid. Sehingga suatu lembaga atau organisasi yang bertugas da’wah seharusnya lebih memaksimalkan masjid untuk mensejahterakan umat dari kajian-kajian dan kegiatan-kegiatan lainnya,” kata Ketua Pelaksana Acara Rihad, Jumat (01/04/2016).

Ahmad menjelaskan, tema kajian setiap harinya pun beragam. Mulai dari masalah ilmu fardhu ‘ain sampai ilmu fardhu kifayah.

Adapun kajian-kajian yang mewarnai suasana masjid setiap harinya sebagai berikut. Di hari Senin, pukul 16.00-18.00 WIB diisi dengan kajian “Syarah Arba’in”, buku kajian hadits hasil karya dari Imam An-Nawawi, oleh Adi Permana Sidik, S.Ikom., M.Ikom

Selasa, masih di jam yang sama, pukul 16.00-18.00 WIB, diisi dengan kajian “Tahsin Tilawatul Quran”, yaitu tentang tata cara membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwidnya, dengan pemateri Abdul Fatah, ST.

Rabu, juga masih di jam yang sama, pukul 16.00-18.00 WIB, menghadirkan Sekretaris Dewan Da’wah Kota Bandung, Ustadz Roinul Balad, S.Pd. I., dengan tema “Islamic World View”.

Di hari Kamis, diisi oleh Ustadz Maman Surahman, Lc., M.Ag, dengan kajian “Sejarah Nabi”, sebuah kajian sejarah tentang perjalanan hidup sosok manusia termulia Nabi Muhammad SAW, di jam yang berbeda pada pukul 13.00-15.00 WIB.

Hari Jumat diisi dengan perkumpulan para kaum hawa, yaitu “Muslimah Class” yang dimulai dari pukul 10.30-12.30 WIB, sementara para lelaki berkumpul untuk ibadah Shalat Jumat.

Hari Sabtu, diisi dengan kajian soft skill mengenai desain grafis, bersama teman-teman dari Muslim Designer Community (MDC) Chapter Bandung, pukul 13.00-15.00 WIB. Ilmu fardhu kifayah ini sengaja dihadirkan guna menambah potensi para mujahid-mujahidah dalam melebarkan sayap da’wahnya melalui jalur komunikasi visual.

Meskipun belum seramai kajian yang diadakan masjid-masjid besar di Kota Bandung, tetapi para aktivis DKM Ulul Abshor ini tetap optimis untuk bisa menghidupkan masjid sebagai pusat perhatian masyarakat (terutama di kampus) dan mengembalikan masjid menjadi tempat awal melangkah dari setiap perubahan ke arah yang lebih baik.

Alhamdulillah, dengan adanya kajian-kajian seperti ini atau pun pengajian-pengajian lainnya bertujuan untuk membangun nilai-nilai Islam di masjid. Dan kami usahakan semaksimal mungkin agar kajian tetap berjalan meski belum mencapai target jumlah yang hadir. Saya harap kajian di masjid tetap ada,” tandasnya. (Irfan/Alhikmah)