Inilah Khutbah Jum’at Aher di Hadapan Delegasi KAA : Semua Raih Kemerdekaan,...

Inilah Khutbah Jum’at Aher di Hadapan Delegasi KAA : Semua Raih Kemerdekaan, Kecuali Palestina!

Nampak Jokowi dan Aher menunaikan shalat di Masjid Raya Bandung, Jumat (24/5/2015). aacc2015/Agus Bebeng

ALHIKMAH.CO–Terik masih menggantung di langit Jalan Asia Afrika kota Bandung yang begitu membiru, sesekali terselaput awan. Alun-alun Bandung di depan Masjid Raya itu nampak sepi, melompong, hijau sejauh mata beredar. Setiap beberapa hasta, pasukan pengamanan negara sudah berjaga, berderet dengan baju batiknya. Sepanjang jalan menuju Masjid Raya sudah dijaga ketat oleh pasukan Paspampres, TNI, dan Polri.

Jalan Asia Afrika steril dari masyarakat umum, Jumat (24/5/2015). ALHIKMAH/rizki
Jalan Asia Afrika steril dari masyarakat umum, Jumat (24/5/2015). ALHIKMAH/rizki

Jum’at (24/5/2015) itu ialah peringatan puncak 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Setelah napak tilas KAA di Gedung Merdeka, dan juga mendengar beberapa pidato kenegaraan dari para kepala negara, para delegasi pun melanjutkan Historical Walk dari Gedung Merdeka menuju Masjid Raya Bandung untuk melakukan shalat Jum’at.

Jokowi nampak berbincang sambil berjalan santai dengan PM Malaysia, Najib Tun Razak, juga berbarengan dengan delegasi-delegasi dari pelbagai negara Asia Afrika yang mayoritas muslim. Usai rombongan masuk Masjid, penjagaan diperketat. Tak sembarang orang bisa masuk dari arah Utara Masjid Jalan Asia Afrika untuk shalat Jumat bersama delegasi KAA.

Alun-alun Bandung selama KAA berlangsung, Jumat (24/5/2015). ALHIKMAH/rizki
Alun-alun Bandung selama KAA berlangsung, Jumat (24/5/2015). ALHIKMAH/rizki

Namun, bagi warga sekitar, mereka bisa masuk dengan lewat jalan arah selatan Masjid via Dalem Kaum, dengan penjagaan dan berbagai macam proses keamanan yang sangat ketat. “Tunggu dulu semua delegasi masuk mas, masa wartawan masuk, tapi masih ada yang belum, tuh lihat,” kata  seorang Paspampres dengan jaket hitam dan baju merah kepada beberapa wartawan yang sudah menanti masuk, karena sama-sama harus Jum’atan.

Suasana di area Masjid Raya Bandung. Nampak pasukan pengamanan dibawah koordinasi Paspampres, Jumat (24/5/2015). ALHIKMAH/rizki
Suasana di area Masjid Raya Bandung. Nampak pasukan pengamanan dibawah koordinasi Paspampres, Jumat (24/5/2015). ALHIKMAH/rizki

Terik semakin terik, dan akhirnya, paspampres pun mengizinkan beberapa wartawan masuk. Melewati metal detector dan penggeladahan, orang yang ingin shalat Jumat bisa masuk. Tak lama, adzan berkumandang. Nampak, proses pengamanan orang masuk masih terus terjadi hingga khutbah usai, dan shalat Jumat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang karib disapa Aher didaulat menjadi khatib shalat Jumat di hadapan delegasi KAA. Dalam pantauan Alhikmah di dalam Masjid Raya, ada karpet merah yang bisa menuju ruang utama shalat Jumat, yang berbatasan dengan shaf, penuh dengan pasukan pengamanan.

Dalam khutbanya, Aher menggunakan tiga bahasa, dengan urutan bahasa Indonesia, Inggris dan terakhir bahasa Arab. Setelah memulai dengan doa, inilah isi khutbah Aher di hadapan para Kepala negara KAA yang dibacakan oleh Aher di Masjid Raya Bandung:

Nampak Jokowi dan Aher menunaikan shalat di Masjid Raya Bandung, Jumat (24/5/2015). aacc2015/Agus Bebeng
Nampak Jokowi dan Aher menunaikan shalat di Masjid Raya Bandung, Jumat (24/5/2015). aacc2015/Agus Bebeng

Hadirin yang berbahagia

Pada tanggal 24 April, tepat 60 tahun yang lalu, bangsa-bangsa Asia Afrika menyatakan kesepahaman dan kebersamaan untuk bangkit dan bersatu memiliki cita-cita kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki untuk menggapai kesejahteraan bersama di Kawasan Asia Afrika.

Apa yang terjadi  pada  1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan. Negara-negara Asia Afrika tampil menyuarakan kekuatan baru. Kekuatan tersebut dijunjung tinggi, dan tentu didasari oleh sebuah visi kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat mendalam.

Sesungguhnya memang sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia bersatu dalam kehidupan. Persatuan adalah fitrah kemanusiaan. Sebab, pada hakikatnya seluruh manusia adalah umat yang satu, yang dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan, yaitu ukhuwah Insaniyah.

Dan Allah berfirman:” Manusia itu merupakan umat yang satu. Dan Allah mengutus para Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan kepada mereka (QS Al Baqarah : 213). Dan bukan suatu kebetulan jika kaum bangsa dari bangsa-bangsa Asia Afrika juga adalah kaum muslimin. Maka, mereka tidak hanya diikat oleh persaudaraan kemanusiaan, tapi juga diikat oleh persaudaraan yang lebih kokoh, yaitu ukhuwah Islamiyyah.

“Allah berfirman: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”( QS Al Hujurat ayat 10)

jumatan
Karena keislaman pula, bangsa-bangsa Asia Afrika itu seperti satu bangunan yang sangat kuat, mereka bersatu, saling membantu dan saling menolong. Seperti sabda Rasulullah, “Seorang mukmin pada mukmin lainnya, seperti satu bangunan yang kokoh, saling menopang satu sama lain.

Mereka harus bersatu, tidak boleh berseteru, sebab persatuan itu menghasilkan kekuatan, kebersamaan, dan kesejahteraan, sementara perpecahan hanya akan menimbulkan kelemahan dan penjajahan.

Sebagaimana Allah berfirman:  “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, tinggalkanlah perselisihan yang membuat kalian tercerai berai dan lemah. Bersabarlah dalam menghadapi segala kesulitan dan rintangan dalam peperangan, Sesunggunnya Allah bersama orang-orang yang sabar dan memberi dukungan, peneguhan dan pembelaan yang baik.”

Hadirin yang berbahagia

Pemerintah Asia Afrika yang mengangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, telah berhasil dengan baik dalam 60 tahun ini. Saat ini, seluruh negara Asia Afrika telah berhasil memukul penjajah dan meraih kemerdekaannya, kecuali satu bangsa yaitu Palestina yang masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Adalah kewajiban kita dalam hal kemanusiaan bagi bangsa-bangsa Asia Afrika, untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan Bangsa Palestina di sana.

Batu bertuliskan PALESTINA di Jalan Asia Afrika Bandung. ALHIKMAH/rizki
Batu bertuliskan PALESTINA di Jalan Asia Afrika Bandung. ALHIKMAH/rizki

Demikian pula dengan ukhuwah Insaniyyah bangsa bangsa Asia Afrika telah terbukti mampu menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa-bangsa yang merdeka. Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerjasama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman, sejahtera dan beribadah serta bertakwa kepada Allah.

Karena sejatinya penghambaan Kepada Allah SWT akan terlaksana manakala ada kesejahteraan dan rasa aman. Sebagaimana Allah berfirman: “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Tuhan yang memberi makan sehingga tidak lapar atau sejahtera dan Tuhan yang memberi rasa aman sehingga tidak ada rasa takut.”

Peringatan ke-60 tahun pertemuan Asia Afrika haruslah menjadi model baru dalam membangun peradaban Asia Afrika yang lebih maju, modern dan makmur dengan berlandaskan iman dan takwa  kepada Allah.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemuliaan dan kemudahan kepada seluruh Pemimpin Asia Afrika dalam upayanya memberi peran besar dalam upayanya untuk menyejahterakan  seluruh masyarakat Asia Afrika. Semoga Allah menakdirkan para Pemimpin Asia Afrika dan kita semua menjadi orang-orang yang beriman, bertakwa dan mendapat kemuliaan  di akhirat nanti.

(Laporan pandangan mata, jurnalis peliput Konferensi Asia Afrika (KAA), M. Rizki )