Ini Sikap Ketum MUI Kota Bandung Terkait Pilkada Jabar dan Pilwalkot 2018

Ini Sikap Ketum MUI Kota Bandung Terkait Pilkada Jabar dan Pilwalkot 2018

0 28

ALHIKMAH.CO–Jelang Pilkada 2018, suhu politik di Jawa Barat mulai memanas. Salah satu Bakal Calon Gubernur Ridwan Kamil, juga tengah disibukkan memilih kandidat terbaik untuk mendampinginya dalam kontestasi perebutan kursi Jabar 1.

Dalam berita yang dirilis detik.com ahad 3 Desember 2017, berjudul “Eks Pimpinan KPK Erry Riyana Akan Uji Cawagub untuk Ridwan Kamil”, disebutkan bahwa Ridwan Kamil (Emil) memastikan sejumlah tokoh akan menguji bakal cawagub yang mendampinginya di Pilgub Jabar 2018. Hal ini berdasarkan kesepakatan parpol pengusungnya.

Seperti tertulis dalam berita tersebut, menurut Emil, ada sembilan orang yang akan menjadi juri. Kesembilan orang itu adalah eks Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, eks Menko Kemaritiman Rizal Ramli, eks rektor Unpad Ganjar Kurnia, politikus senior Tjetje Hidayat Padmadinata, eks Ketua DPD I Golkar Jabar Uu Rukmana, politikus Golkar Popong Otje Djundjunan (Ceu Popong), Ketua MUI Kota Bandung Miftah Faridl (Ketua MUI Kota Bandung), dan dua kiai asal pondok pesantren di Depok dan Pantura.

Saat dikonfirmasi Alhikmah.co terkait namanya yang disebut dalam 9 juri yang akan menguji bakal cawagub Ridwan Kamil, Ketum MUI Kota Bandung Prof. Dr. KH Miftah Faridl membenarkan bahwa walikota pernah menyampaikan hal tersebut.

“Adalah benar, Pak Wali pernah meminta untuk menjadi salah seorang penguji,” kata Kiyai Miftah kepada jurnalis Alhikmah.co di kediamannya di bilangan Sidomukti, Bandung, Senin 4 Desember 2017.

Ulama kharismatik yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Barat ini menegaskan, bahwa posisi dirinya sebagai Ketum MUI Kota Bandung dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar adalah netral, tidak berpihak kepada salah satu kandidat bakal Cagub maupun Cawagub, termasuk Calon Walkot yang akan berkompetisi dalam Pilkada Jabar dan Pilkada Kota Bandung 2018 mendatang.

“Posisi saya sebagai Ketum MUI Kota Bandung dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar wajib netral. Tidak berpolitik praktis dengan mendukung atau tidak mendukung pasangan manapun,” tegasnya.

Mantan Guru Besar ITB ini berpesan, agar gelaran Pilkada Kota Bandung dan  Jabar 2018 berlangsung jujur dan adil, maka jangan ada pihak-pihak yang bertindak di luar garis yang sudah ditegaskan dalam aturan yang berlaku.

“Saya turut mendoakan, agar Pilkada Jabar mendatang berlangsung tertib, aman dan lancar. Dan semoga Allah Swt anugerahkan pemimpin Jawa Barat yang amanah, profesional, dan dicintai rakyat,” pungkas Kyai Miftah. (hbs/alhikmahco)