Ini Program PKK Jabar Bentengi Keluarga dari Bahaya LGBT

Ini Program PKK Jabar Bentengi Keluarga dari Bahaya LGBT

0 37

ALHIKMAH.CO—Data tentang merebaknya kaum homoseksual (LGBT) secara khusus mendapat sorotan dari Ketua PKK Jabar, Netty Heryawan. Ia mengatakan secara komprehensif yang menjadi tulang punggung bangunan karakter adalah keluarga. PKK, sebagai wadah pembinaan keluarga menurut Netty sejatinya harus berperan membentengi keluarga dari bahaya LGBT.

“Dari PKK ingin memberdayakan dan membekali keluarga-keluarga Jawa Barat dengan berbagai hal, dan yang mendasar itu masalah komunikasi. Komunikasi yang dialogis dan harmonis, yang harus diterapkan keluarga dengan anak. Seringkali ketika orang tuanya bermasalah pasti anak bermasalah,” ujar Netty kepada Alhikmah, Selasa (8/3/2016).

Komunikasi yang harus dibangun di rumah pun, diakui Netty harus bisa memotret tahapan usia anak. Seringkali orang tua gagap, membangun komunikasi ketika anak masuk usia remaja. Pada masa inilah orang tua kerap kehilangan masa-masa yang sangat menentukan.

“Ketika anak masuk masa pubertas, mengalami perubahan biologis, orang tua seringkali tidak mampu mengkomunikasikan jenis informasi apa yang harus diberikan pada anak. Contoh, saat anak perempuan mengalami haid pertama kali. Atau anak laki-laki mengalami mimpi basah pertama kali. Kemudian ketika menyukai lawan jenis, jatuh cinta, memperluas pergaulan, dsb ini dimulai dari cara berkomunikasi,” sambungnya.

Selain masalah komunikasi dan pola pengasuhan anak pada masa pubertas, Netty mengatakan yang terakhir mengenai ancaman terhadap tumbuh kembang anak. Mulai dari, pornografi, narkoba, penjualan manusia, termasuk juga berbagai macam penyimpangan seksual yang menyalahi fitrah sebagai manusia.

“Ini menjadi salah satu kurikulum yang sedang kita kembangkan. Karena bagaimanapun masalah penyimpangan seksual terhadap anak ini sudah include dalam pengasuhan anak. Misanya, ketika anak laki-laki dan perempuan tidak boleh tidur dalam satu kasur. Ketika sama-sama satu jenis tidak boleh tidur dalam satu selimut. Hanya masalahnya ada terminologi baru yang harus disambungkan, sehingga orang tua mengerti bahwa ini esensi dari pola pengasuhan yang harus diperhatikan,” terang Netty.

Sementara PKK sendiri memiliki program pelatihan pengasuhan keluarga kepada kader pokja 1, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sampai di tingkat kecamatan. (dita/alhikmah)