Ini Penjelasan tentang Hadits Niat Menurut Imam Nawawi

Ini Penjelasan tentang Hadits Niat Menurut Imam Nawawi

0 158
pict dakwatuna

ALHIKMAHCO,– Rasulullah Saw., bersabda; Segala amal tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun barangsiapa yang hijrahnya karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya. (HR Bukhari-Muslim)

***

Hadits di atas merupakan hadits yang telah disepakati kesahihannya. Sebab hadits ini merupakan salah satu pokok penting ajaran Islam. Imam Syafi’i berkata: “Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu”. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat dalam hati, ucapan, dan tindakan.

Kata “innamaa” bermakna “hanya/pengecualian”, yaitu menetapkan sesuattu yang disebut dan mengingkari selain yang disebut.

Kata “hanya” terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara dua pengertian ini, dapat diketahui dari susunan kalimatnya.

Misalnya dalam firman Allah Surat Ar Rad ayat 7, “Engkau Muhammad hanyalah seorang penyampai ancaman.”

Kalimat ini sepintas menyatakan bahwa tugas Nabi hanyalah menyampaikan ancaman dari Allah, tidak mempunyai tugas lain. Padahal sebenarnya beliau mempunyai banyak sekali tugas, seperti menyampaikan kabar gembira, sebagai syahidan, dan sebagainya.

Begitu juga kalimat pada firman Allah Surat Muhammad ayat 36, “Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan dan permainan,”

Secara sepintas, kalimat itu menunjukkan bahwa pembatasan tersebut berkenaan dengan akibat atau dampaknya. Disebutkan demikian, sebab kebanyakan manusia hidup di dunia hanya untuk bersenang-senang dan bermain main. Adapun bila dikaitkan dengan hakikat kehidupan dunia, maka ada kalanya kehidupan ini menjadi wahana untuk berbuat kebajikan.

Dengan demikian, bila ada kata “hanya” di dalam suatu kalimat, hendaknya diperhatikan pengertian yang dimaksud. Jika dari susunannya menunjukkan arti pengecualian secara khusus, maka harus dipakai dalam pengertian itu. Akan tetapi jika tidak ada tanda-tanda pengecualian khusus, berarti maknanya bisa ditarik secara lebih umum.

Kemudian pada hadits ini, ada kalimat “segala amal hanya menurut niatnya”, yang dimaksud amal di sini adalah segala macam amal yang dibenarkan syariat yang bila tidak dilakukan tanpa niat, menjadi tidak bernilai. Seperti zakat, puasa, haji, dan sebagainya. Adapun menghilangkan najis, tidak perlu niat, karena perbuatan ini termasuk perbuatan menghilangkan yang tidak baik.

Sementara kalimat, “segala amal hanya menurut niatnya”, para ulama berbeda pendapat. Sebagian memahami niat itu sebagai syarat pengabsah amal. Sebagian lain memandang penyempurna. Dengan kata lain, amal itu menjadi sempurna bila disertai niat.

Kedua, kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya”, oleh Khatabi dijelaskan bahwa kalimat tersebut menunjukkan pengertian yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu menegaskan bahwa sah tidaknya amal bergantung pada niatnya. Sekiranya orang mengqadha shalat dinilai tidak  sah bila tidak dengan niat qadha.

Ketiga, kalimat “Dan barangsiapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya.” Menurut penetapan ahli bahasa Arab, bahwa kalimat syarat dan jawabnya, begitupula mubtada dan khabar haruslah berbeda. Sedangkah kalimat ini ternyata keduanya sama. Karena itu, kalimat syaratnya bermakna niat atau maksud, baik secara secara bahasa maupun syariat. Maka barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka pahala itulah yang ia dapatkan.

Hadits ini memang muncul karena suatu sebab, yaitu adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Mekkah ke madinah untuk menikahi seorang perempuan bernama Ummu Qais. Hijrahnya tidak untuk mendapatkan pahala hijrah. Karena itu dia dijuluki Muhajir Ummu Qais. Wallahu a’lam. []

disarikan dari Buku Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi, penulis Ibnu Daqiq Al ‘Ied, penerbit Media Hidayah