Ini Pandangan Kyai Miftah Soal Radikalisme

Ini Pandangan Kyai Miftah Soal Radikalisme

0 32

ALHIKMAH.CO,– Kata radikalisme kembali mencuat sesaat dijadikan alasan BNPT terhadap pemblokiran 22 situs Islam sekira akhir Maret 2015 kemarin. Diakui Ketua MUI Kota Bandung Kyai Miftah hal ini tidak semestinya menjadi dasar pemblokiran. Sebab perkara radikalisme sendiri tidak jelas standarnya

“Radikalisme tergantung yang menafsirkan, kalau maksudnya istiqamah, radikalisme yang konsekuen menegakan ajaran Islam, yang memang itu betul. Tapi kalau itu adalah sesuatu tindakan intoleran, ya tentu tidak begitu,” ungkap Kyai Miftah Faridl usai memberikan tausiyah di Masjid Trans Studio Mall-Bandung, Sabtu (04/04/2015).

Kyai Miftah menyatakan kesetujuannya, bila situs yang diblokir itu adalah situs-situs negatif yang merusak bangsa dan negara Indonesia. Namun ia juga memertanyakan apakah situs yang ditutup Kemenkominfo itu memuat hal tersebut

“Kalau radikalisme itu dimaknai membangun kekuatan untuk merusak NKRI, mengubah sesuatu dengan cara yang keras dan tidak ada toleransi kepada yang lain. Bila itu isinya, ya saya juga setuju diblokir. Masalahnya sekarang, apakah di situs yang diblokir itu memuat konten seperti itu?” tanya Dewan Pembina Sinergi Foundation ini.

Kyai Miftah yakin tidak ada hal tersebut di situs yang diblokir Kemenkominfo. Apalagi, imbuhnya, situs-situs itu seringnya mengajarkan ibadah, tahajud, dan zikir. “Masa yang seperti itu harus ditutup (red_radikal)?” tandasnya.