Ini Enam Kriteria Aliran yang Sesuai Syariat

Ini Enam Kriteria Aliran yang Sesuai Syariat

0 320

ALHIKMAHCO,– Maraknya aliran keagamaan saat ini bisa berdampak pada penyimpangan akidah umat. Pengenalan terhadap ajaran Islam secara hakiki diperlukan untuk membentengi umat dari akidah yang sesat. Menanggapi hal itu, Penasihat PW Pemuda Persis Jabar Nashruddin Syarief dalam Kajian Sabtu (JiTu) Pemuda Persis, di Masjid Viaduct – Bandung, menyampaikan ada enam kriteria aliran yang tidak sesat, dan mengikuti syariat Islam.

Kriteria pertama, sebut ustadz Nashruddin, menjadikan sunnah Nabi sebagai sumber ajaran utama, di samping Al Quran. Kedua, menjadikan sahabat sebagai rujukan setelah Al Quran dan Sunnah. “Ini kemudian yang melahirkan istilah Salafushalihin,” kata penulis buku “Menangkal Virus Islam Liberal” ini pada Sabtu (7/3/2015) kemarin.

Ketiga, imbuh Ustadz Nasharuddin, menolak bid’ah yang tidak ada dasar dalilnya sama sekali. Ia menuturkan, penolakan ini tidak berarti mengeluarkan orang yang melakukan bid’ah dari Ahlu Sunnah wal Jamaah. Hal tersebut, katanya, disebabkan oleh perbedaan pemahaman saja.

Dipoin keempat, Doktor dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini berpendapat, setia pada kekhilafahan, baik yang ideal maupun tidak. Ia mengutip pendapat Imam An Nawawi, setia pada pemimpin yang berkategori fajir pun tetap harus dilakukan, selama pemimpin tersebut muslim. “Selama ia muslim dan melaksanakan shalat, kita tidak boleh khuruj (keluar dari kepemimpinannya),” jelasnya.

Kelima, menjauhi pengkafiran (takfir) pada orang yang masih muslim. Jika muslim tersebut masih melakukan rukun Islam, maka ia masih dianggap muslim. Maka, lanjutnya, ajaran yang lurus tidak akan mengkafirkan sesama muslim. “Dan terakhir adalah meyakini takdir. Yang keluar dari ajaran ini adalah Jabariyah, dan lain sebagainya,” tandasnya. (Aghniya/Alhikmah)