Indonesia Menuju Desa Berdaulat Pangan

Indonesia Menuju Desa Berdaulat Pangan

0 24

ALHIKMAH.CO,– Berbicara sawah juga bicara kemiskinan di negeri ini. Data yang dilansir Badan Pusat Statistik tahun 2013, menyajikan gambaran bahwa jumlah masyarakat miskin di Indonesia sebanyak 28,59 juta jiwa, 37 persen berada di perkotaan dan sisanya di pedesaan.

Demikian sepenggal data yang diungkap Marketing Communications Sinergi Foundation, Handono Bhakti Sungkaryo dalam Launching Program “Lumbung Desa di halaman Huller, Kelompok Mitra Lumbung Desa “Al Hidayah”, Kampung Cibaeud, Desa Lengkong Jaya, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, Senin (25/05/2015).

Handono melanjutkan, di jawa Barat saja jumlah masyarakat miskin sebanyak 4,42 juta jiwa, 39 persennya berada di pedesaan. Selain itu, peranan komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan pada umumnya yaitu beras yang memberi sumbangan sebesar 26,92 persen di perkotaan dan 33,38 persen di perdesaan.

“Kontributor terbesar penduduk miskin selama ini adalah profesi buruh tani dan petani (kecil dan penggarap). Saat ini, jumlah buruh tani sekitar 5 juta orang dan jumlah rumah tangga usaha tani (RUT) diperkirakan mencapai 17,8 juta (15 juta di antaranya adalah rumah tangga usaha tani padi),” lanjut Habe, sapaan akrabnya.

Sementara itu, tambah Habe, 88 persen petani memiliki lahan rata-rata hanya setengah hektare. Lahan yang untuk kebutuhan sendiri pun tak cukup. “Ternyata 80% penghasilan petani untuk kebutuhan sehari-hari bukan dari pertanian, tapi dari pekerjaan lainnya, semisal tukang ojek atau buruh bangunan,” lanjutnya.

1Habe berpendapat, berkurangnya lahan, menurunnya hasil pertanian, dan sulitnya regenerasi petani pun mengarahkan Indonesia dalam kondisi “gawat darurat”. “Suatu kondisi tragis bagi negara agraris, kedaulatan pangan terancam, berganti oleh krisis,” ucapnya satire.

Berangkat dari hal itu, Sinergi Foundation menggagas program Lumbung Desa (LD) sebagai upaya mengembalikan desa kepada khittahnya. “Desa sebagai sumber pangan Indonesia. Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani.  Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta,” pungkasnya. (pnurullah/alhikmah/rilis)