Indonesia Masih Butuh Model Pengembangan Ziswaf yang Tepat

Indonesia Masih Butuh Model Pengembangan Ziswaf yang Tepat

0 86

ALHIKMAH.CO,– Geliat  syariat perwakafan di Indonesia dipandang perlu ada pembaharuan. Direktur Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ), Kusdharta Susilabudi mengatakan, selama ini, masih berkisar pada masjid atau pesantren yang bersifat sosial. Kendati demikian permasalahan pengelolaan tata lembaga Zakat Infak Shadaqah dan Wakaf (Ziswaf) di negeri ini masih banyak yang perlu diperbaiki.

“Karena itulah, di Seminar Internasional Filantropi Islam kali ini kami hadirkan pelbagai lembaga Ziswaf antar negara, Non Goverment Organization (NGO), serta akademisi dan peneliti ekonomi syariah guna merumuskan model yang tepat untuk pengembangan perwakafan di negara masing-masing, khususnya di Asia Tenggara,” ungkap Kusdharta di Bandung, Senin (02/03/2015).

“Targetnya kita bisa menciptakan modal dan model pengembangan Ziswaf yang profesional, syari, dan transparan,” lanjutnya pada Alhikmah.

Sebagaimana Shalat, imbuh Kus, sapaan karibnya, Zakat pun wajib dilakukan umat Islam. Tapi selain berbicara Zakat juga, seminar ini juga berbicara dan mengedepankan hal-hal yang sunnah, termasuk wakaf di dalamnya.

Kusdharta melihat perkembangan yang pesat dari Negara Singapura, di mana mereka bukan mayoritas Islam, namun bisa mengembangkan wakaf untuk kepentingan umat muslim di sana. Ia menuturkan, negeri singa itu memiliki pelbagai model yang menarik dalam mengembangkan wakaf. Misalnya dengan membangun apartemen, hotel, dan menyewakan ruko yang semuanya terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan masjid.

“Tapi kita yang mayoritas muslim, modal makamnya masih sederhana. Pengelolaannya masih minim inovasi. Keberadaan akademisi dan peneliti di sini untuk menguraikan ide-idenya ihwal pengembangan modal wakaf dan tata kelolanya. Kalaupun nanti dikatakan bisnis, tapi bisnis sosial,” tandas Kusdharta (pnurullah/alhikmah).