Imam Shamsi Ali: Islam Obat Rasisme di Amerika

Imam Shamsi Ali: Islam Obat Rasisme di Amerika

0 156

ALHIKMAHCO,– Islam saat ini sedang ada di persimpangan jalan, di satu sisi mayoritas Islam diobok-obok sedemikian rupa. Mulai dari Irak, Yaman, dan Suriah. Demikian sepenggal pendapat Imam Islamic Center New York Shamsi Ali.

“Saudara-saudara kita di Palestina belum menemukan haknya. Indonesia pun tak lepas dari target penghancuran,” kata Imam Shamsi di Masjid Trans Studio Bandung, Sabtu (13/08/2016).

“Kehancuran umat tidak selalu dari militer, tapi juga bisa dari kebudayaan dan moralitas,” lanjutnya. Ia berpendapat, apalah arti militer di sebuah negara kalau moralitas masyarakatnya sudah rusak.

Selain di negeri muslim mayoritas, kaum minoritas pun tak lepas dari tantangan. Kata Imam Shamsi Ali, muslim di Amerika sedang diobok-obok pula. Terlebih saat menghadapi musim kampanye, karena ada kandidat presiden yang sangat rasis, Donald Trump.

“Saya kenal siapa Donald Trump, ia orang yang sangat keras terhadap Islam. Tak heran ketika di sebuah wawancara dia selalu mengatakan orang Islam itu adalah sumber kekacauan,” lanjut founder Nusantara Foundation ini.

Imam Shamsi bercerita terkait pengalamannya bertemu Donald Trump. Pada saat itu, ia berkesimpulan bahwa Trump hanya mengetahui Islam dari apa yang disajikan media.

Pada kesempatan itu juga, Direktur Jamaica Muslim Center New York ini juga menyinggung soal rasisme yang nampak terjadi di Amerika. Misalnya di daerah Midtown, begitu masuk ‘Uptown’, akan ditemukan kondisi jalanan yang sempit dan kumuh. Karena di sana, imbuhnya, mayoritas penduduk kulit hitam.

“Berbeda halnya dengan di ‘Uptown’, sewa satu kamarnya saja bisa mencapai 2,5 juta dollar per hari,” katanya.

“Karena itu, saya mempunyai visi untuk bisa masuk ke semua lapisan agama dan kelompok. Untuk menyampaikan bahwa Islam bukan sesuatu yang ditakuti, Islam bukan ancaman, Islam adalah obat penyakit kronis di Amerika, rasisme,” tandasnya. (pn/alhikmah)