HTI: Umat Muslim Waspadai Isme di Balik Valentine!

HTI: Umat Muslim Waspadai Isme di Balik Valentine!

0 60
Ismail Yusanto

ALHIKMAH.CO,– Liberalisme budaya semakin berat karena di dalamnya ada unsur bisnis, kapitalisme ikut bermain. Sama seperti natal yang juga menjadi sesuatu yang dikomersialkan. Ini menjadi berbahaya karena di dalamnya juga merusak akidah dan budaya. Demikian sepenggal pendapat Humas HTI, Ismail Yusanto mengenai kebudayaan valentine.

“Natal merusak akidah, sementara valentine merusak budaya Islam. Keduanya sama-sama merupakan liberalisme budaya yang harus dilawan,” tegas Ismail saat ditemui wartawan sebelum kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 di Yogyakarta, Ahad (08/02/3015).

Menurut Ismail, mengenai arus liberalisme sendiri pemerintah harus turun tangan. Mereka tidak bisa sekadar mengandalkan LSM, ormas Islam atau siapapun yang peduli untuk membendung kebudayaan yang membodohkan ini. Karena, tambahnya, yang dihadapi adalah kapitalisme itu sendiri, sistem.

“Perlu ada Satgas yang dibentuk pemerintah menjelang valentine, agar mereka dengan tegas melarang umat muslim merayakannya,” ungkapnya.

Karena selama ini, tambah ismail, kebudayaan-kebudayaan semacam itu sudah mengkhawatirkan. Ia tak habis bagaimana bisa valentine identik dengan kasih sayang sementara pada perilakunya mengarah pada seks bebas. Di mana kondom menjadi barang yang mudah didapat dan diberikan.

“Kita harus mewaspadai isme di balik kebudayaan itu. Sebab bila dibiarkan ini akan menjadi bom waktu,” tandasnya. (pnurullah/alhikmah)