Hingga 2017, Sinergi Foundation Salurkan Bantuan untuk 351.917 Penerima Manfaat

Hingga 2017, Sinergi Foundation Salurkan Bantuan untuk 351.917 Penerima Manfaat

0 18

ALHIKMAH.CO–Lembaga pengelola ZISWAF Sinergi Foundation terus menebar manfaat luas dan kepedulian terhadap sesama. Terhitung hingga 2017, Sinergi Foundation berhasil melayani sebanyak 351.917 mustahik di seluruh Indonesia.

Jumlah ini didasarkan pada akumulasi penyaluran dari ragam inovasi program Sinergi Foundation yang secara langsung menyentuh kebutuhan mustahik. Di antaranya program pendidikan sebanyak 2.342 penerima manfaat, bidang ekonomi dengan 114.364 penerima manfaat, bidang kesehatan dengan 157.218 penerima manfaat, dan ranah sosial di angka 77.993 orang.

“Jerih payah ini adalah upaya kami menyalurkan amanah dari elemen peduli. Ini bagian dari komitmen Sinergi Foundation sebagai sebagai lembaga milik publik yang telah lama bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia dalam keterangan tertulis yang diterima Alhikmah.

Hingga 2017, capaiannya cukup menggembirakan. Di ranah kesehatan, misalnya. Sinergi Foundation melalui Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) telah menjejak usia yang ke-13. RBC melayani 157.218 pelayanan kesehatan untuk 9.068 member dari kalangan dhuafa. Pun, ia menjadi saksi 7.482 kelahiran bayi dari keluarga kalangan lemah di negeri ini.

Di program Lumbung Desa, Sinergi Foundation berkolaborasi dengan Yayasan Selaawi Reksamandiri, mengembangkan budidaya tanaman bambu di salah satu wilayah Garut, yakni Desa Samida Selaawi Garut. Menurut Ima, ini adalah sinergi yang fokus sepenuhnya pada maslahat bagi masyarakat sekitar, menyalurkan dana umat melalui program Lumbung Bambu. Pada 2017, Sinergi Foundation menanam sejumlah 4.252 benih dari 32 jenis bambu yang berbeda.

“Terpenting dari segala hal tersebut adalah pemberdayaan masyarakat. Para petani diajak turun langsung untuk mengoptimalkan potensi desa mereka,” kata Ima.

Kini, menyambut 2018, Sinergi Foundation akan kembali bergerak. Kali ini, Ima bergembira mengabarkan akan menghadirkan WakafPro, yang kehadirannya seiring dengan mindset dan paradigma masyarakat tentang wakaf yang kian menghangat. Apalagi, di ranah wakaf, sepak terjang WakafPro–Sinergi Foundation lama dikenal.

“Misalnya, pada 2016 lalu, Rumah Makan Ampera berbasis wakaf produktif pertama di Indonesia, resmi diluncurkan,” kata Ima.

Ia memungkas, “Potensi wakaf ini seperti ‘harimau tidur’. Selama ini yang digemborkan adalah zakat-infak, padahal bila potensi ini digali lebih maksimal, sangat mungkin berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” [mr/alhikmahco]