Hasil Riset GeNam Ungkap 23 Persen Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Hasil Riset GeNam Ungkap 23 Persen Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

0 74

ALHIKMAH.CO,– Berdasarkan riset yang dilakukan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM), selama tujuh tahun belakangan ini terjadi peningkatan luar biasa prosentase konsumsi minuman keras (miras) di kalangan remaja.

Mengutip riset dari Kesehatan Dasar Departemen  Kesehatan, ketika 2007 jumlah remaja pengonsumsi miras di Indonesia masih diangka 4,9 persen, tetapi pada 2014, jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 23 persen dari total jumlah remaja Indonesia yang saat ini berjumlah 63 juta jiwa atau sekitar 14,4 juta orang.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum GeNAM Fahira Idris mengatakan, mudahnya mendapatkan miras dan longgarnya pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab begitu tingginya persentase remaja yang pernah mengonsumsi miras. Selain itu, rasa ‘solidaritas’ dan ikatan pertemanan menjadi alasan remaja mau mencoba miras.

“Mudahnya mendapat miras ini, ada korelasinya dengan menjamurnya minimarket dan toko-toko pengecer yang berdiri di permukiman dan menjual miras kepada siapa saja, padahal sudah ada peraturan yang melarangnya,” ujar Fahira membuka sambutan deklarasi Gerakan Nasional Anti Miras di Bundaran Air Mancur Kota Palembang, Minggu (08/03/2015).

“Makanya, sekali lagi saya imbau kepada semua minimarket, toko retail, dan warung di seluruh Indonesia, sesuai Permendag No.6/2015, pada 16 April ini, tidak ada lagi yang menjual miras,” lanjutnya.

Menurut Fahira, salah satu persoalan yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia seperti Palembang adalah massifnya peredaran dan konsumsi miras di kalangan remaja. Sehingga tidak heran, imbuh Senator  DPD RI ini, dari 18 ribu nyawa melayang akibat miras setiap tahun, sepertiganya atau 6.000 orang adalah remaja, baik karena miras itu sendiri maupun menjadi korban kejahatan di bawah pengaruh miras.

“Dampak merusak luar biasa dari miras itu, karena menjadi biang tindakan kriminalitas. Mulai dari pembunuhan, perkosaan, hingga pencurian. Banyak remaja kita yang menjadi korban tindakan kriminal pembunuhan di mana pelakunya di bawah pengaruh miras. Belum lagi yang meninggal karena ditabrak pemabuk,” ungkap perempuan yang juga Wakil Ketua Komite III DPD RI ini. (pnurullah/alhikmah/rilis)