Harry Moekti : Mari Raih Inayah Allah Melalui Takwa

Harry Moekti : Mari Raih Inayah Allah Melalui Takwa

0 50
User comments

ALHIKMAH.CO,—Mantan rocker era 80-an, Hary Moekti, yang kini sibuk dengan aktivitas dakwahnya mengajak jamaah di Kajian Sepekan GMI untuk bersama-sama meraih inayah Allah di bulan suci Ramadhan ini.

Dalam penjelasannya, Ustaz Hary mengatakan bahwa sebelum diberi inayah, Allah telah memberi peringatan manusia melalui ad-diinul Islam (Agama Islam). Dan telah memberi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia melalui Al-Quran (hudalinnas).

“Manusia sejatinya tidak layak membuat aturan hidup baik bagi dirinya sendiri atau manusia lainnya, karena manusia dianggap dhoif (lemah). Terlebih Allah telah memberikan petunjuk hidup bagi manusia yang ingin selamat melalui wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Quran,” terangnya, di Balai Asri Pusdai, Bandung.

Ia melanjutkan, selain itu, Allah juga telah memberi shiratal mustakim kepada manusia yang ingin selamat dunia dan akhiratnya yaitu melalui syariat Islam. Segala tindakan manusia harus berdasarkan pada syariat Islam, apa itu termasuk, wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram.

Lalu kenapa kita perlu meraih inayah dan apa itu inayah? Inayah adalah pertolongan Allah, lalu siapa yang bisa mengambil inayah itu? Menurut Ustaz Hary Moekti, cara meraih inayah Allah yaitu melalui jalan takwa.

“Takwa menjadi target dari setiap umat muslim yang beriman ketika menjalankan ibadah shaum di bulan ramadhan. Sesuai dengan QS Al Baqarah : 183,” ungkapnya, Kamis (09/06/2016).

Ustaz Hary Moekti mengatakan ada empat karakter takwa menurut Ali bin Abi Thalib r.a. Pertama, orang yang mampu membangkitkan rasa takut hanya kepada Allah SWT. Kedua, orang bertakwa adalah ia yang beramal berdasarkan tuntutan syariah.

“Dalam beramal ia selalu berlandaskan hukum Islam dan ia mengetahui mana yang haq dan batil berdasarkan kebenaran yang ada dalam Al-Quran.  Ciri ketiga, yaitu ia yang selalu mempersiapkan bekal untuk akhirat, yakni amal saleh. Dan terakhir, adalah orang yang ridho dengan penghasilannya yang sedikit. Itulah yang termasuk karakter orang bertakwa,” pungkas Ustaz Hary. (dita/alhikmah)