Gugusan Bintang

Gugusan Bintang

0 301

Kita kembali bertemu dalam mimpi,

dalam gelapnya langit malam..

Saat aku memandang gugusan bintang nan indah itu,

aku mulai memikirkannya.. bahwa hanya sebuah mimpi saja yang tergantung di sana,

di atas awan-­awan rindu yang membuatku selalu terjaga dalam gulita,

dan aku keliru jika akan menemukan mimpi yang lain dalam tidurku..

karena sesungguhnya mimpi itu selalu tentang kita,

tentang senyum polos di balik tatapan mata bening..

tentang tawa riang yang memantul pada dinding-­dinding hati..

tentang derap langkah kaki yang berlari menghampiri, yang tak pernah jemu memberiku kekuatan untuk selalu berdiri..

tentang wajah-­wajah penuh sinar yang terkadang bersimbah lelehan hangat air mata,

saat di mana selalu memberi kesempatan jemariku untuk terangkat menyentuh dan menghapusnya..

Sebuah mimpi telah menjadi tempat kita untuk bersua,

saling menyapa dan menjamu dengan butiran do’a..

dan semua hal tentang kita yang tak pernah terduga kelak akan menjadi sebuah kisah abadi…

kisah yang tertulis di atas lembaran hati..

di atas kalimat sunyi dalam kilometer sejarah..

di sanalah kita berhenti mengukur jarak untuk menemukan sebuah ujung yang bernama -­titik­-

Dan untuk itu aku akan terus hidup dalam mimpi, dalam gelap..

maka, jika wajah­-wajah itu adalah gemintang terang..

aku akan menjadi langit malam baginya,

bukankah hanya pada langit gelap kita dapat melihat bintang lebih terang?

Karena mimpiku adalah.. hanya untuk menghidupkan mimpimu.

 

* ditulis oleh : Liyan Futiha Nury dalam http://liyanjourney.blogspot.com/pict. aryawardhana.wpres