Great Muslimah, dari Sudut Temaram Menjemput Cahaya Islam

Great Muslimah, dari Sudut Temaram Menjemput Cahaya Islam

0 85

… Baginya, kebersamaan dalam kebaikan itu menguatkan. Apa pun akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama. Karena ia sadar, keimanan seseorang tidaklah selalu di atas. Terlebih untuk usia muda seperti dirinya yang masih labil…

 

Pembaca, hal apa yang diharapkan oleh segenap insan yang pernah terjerumus di dunia temaram? Bila hal itu ditanyakan pada mantan wanita pemandu klab malam, Febriyanti Almeera, maka ia akan menjawab ‘kesempatan hidup’ kedua. Dan tatkala Allah menyambut keinginannya itu, Pewski, panggilan akrabnya, benar-benar memaksimalkan kesempatan tersebut.

Satu bukti dari kesungguhan hijrahnya yaitu dengan mendirikan Komunitas Great Muslimah di awal 2012. Sekumpulan muslimah yang mayoritas di dalamnya sempat mencecap kisah-kisah hitam lainnya. Mulai dari geng motor, model, atau penari seksi. Rupanya, Pewski sadar, manisnya hijrah yang ia rasakan perlu dijaga dan ditebar, khususnya ke orang-orang yang senasib dengannya itu.

“Teh Pewski sadar menjadi muslimah yang kaffah tidaklah bisa dilakukan sendiri. Banyaknya godaan dan cacian, terkadang membuatnya tertarik lagi untuk kembali ke dunia yang lalu,” tutur President of Committee Great Muslimah, Anita Rahayu Triani seperti dilansir dari Tabloid Alhikmah Edisi 99.

anita“Namun ia terus berdoa, agar hatinya bisa dikuatkan hingga ia menemukan teman yang mau membantunya istiqomah di jalan Allah. Dan, kembali, Allah menolong Teh Pewski dengan memertemukan beberapa teman yang memiliki tujuan yang sama. Yakni meninggalkan masa kelam menuju rahmat Allah Ta’ala,” lanjut dara yang berusia 22 tahun itu.

Sementara itu, masa lalu Anita sendiri adalah penikmat band indie, di mana gaya berpakaiannya dulu jauh dari kesan jilbab lebar seperti yang ia kenakan kini.

Anita menjelaskan siapapun yang ingin berubah menjadi lebih baik, ingin mendekatkan diri kepada Allah, menambah pengetahuan agama, dan ingin melakukannya bersama-sama, pintu komunitas Great Muslimah terbuka lebar.

Baginya, kebersamaan dalam kebaikan itu menguatkan. Apa pun akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama. Karena ia sadar, keimanan seseorang tidaklah selalu di atas. Terlebih untuk usia muda seperti dirinya yang masih labil. Untuk itu, nilai kebersamaan juga selalu ditekankan Great Muslimah, agar selalu saling mengingatkan dalam kebenaran.

Misalnya dari segi berpakaian. Komunitas ini selalu mengajarkan kewajiban menutup aurat bukanlah hal yang bisa ditawar antara hamba dengan Khalik. Sebab itu, merupakan perintah langsung dari Allah yang wajib dilaksanakan bagi tiap muslimah yang sudah terkena kewajiban untuk itu.

Menurut Anita, yang namanya muslimah bukan sekadar statusnya sebagai perempuan yang beragama islam, lebih dari itu, muslimah adalah ia yang menyerahkan jiwa dan raganya semata-mata beribadah karena Allah.

Kiranya Anita paham, bahwa tujuan manusia diciptakan ke muka bumi yakni sebagai hamba Allah. Sehingga tiap perintah yang terbulir dalam kitab sucinya mesti menjadi pedoman dalam kehidupan. Maka muslimah yang benar di mata Allah ialah, ia yang senantiasa menjulurkan jilbab sebagaimana yang termaktub dengan jelas pada Surah Al-Ahzab ayat 59.

Meski begitu, komunitas yang berpusat di Cihaurgeulis, Bandung ini tetap menghargai proses dalam setiap perubahan menuju kebaikan bagi para anggotanya. Sehingga anggota yang belum berjilbab sekalipun, tidak dituntut namun dituntun dengan perlahan. Karena Great Muslimah yakin, Allah akan memberi Hidayah dan kemudahan bagi siapapun yang mau belajar, terutama orang yang  belajar ke jalan yang Allah ridhoi.

Karenanya Anita mewajarkan, bila ada anggota di Great Muslimah yang belum berjilbab syar’i. Yang penting bagi mereka, keinginan untuk berubah dan menikmati setiap prosesnya.

Menurut Anita, agar terwujud ketaatan terhadap perintah Islam, metode mengajarkannya tidak dipaksa dan tidak menghakimi. Diperlukan sikap kehati-hatian dan kesabaran dalam mendakwahi mereka. Itu pula yang menjadi alasan agar sebisa mungkin, kegiatan komunitas ini dikemas dengan konsep yang fun namun tetap berisi.

Ada tiga macam kegiatan rutinan yang digagas di komunitas ini, yakni kegiatan mingguan, bulanan dan tahunan. Kegiatan mingguannya sendiri yaitu Meet Up With Muslimah semacam curhat-curhatan. Sementara bulanannya ada Great Muslimah Show. Acara seminar yang materinya diangkat dari masalah-masalah umum.

Dan untuk kegiatan tahunannya ada Hijab Training, pelatihan khusus yang digelar selama dua hari, di dalamnya tentu diberikan pemahaman keislaman yang lebih intensif. Maka tak heran, dengan ragam kegiatan positif itu, dalam jangka dua tahun ini, jumlah anggota Great Muslimah sudah di angka 200 orang. Alhamdulillah.

Sebagai variasi, digelar pula kegiatan out door, seperti Great Muslimah Millitary yang dirangkai seperti penyelesaian misi-misi tertentu dan dikemas seperti outbound. “Semua kegiatan yang kita selenggarakan tidak lain hanya untuk belajar dan meningkatkan solidaritas, namun semuanya tetap back to Quran,” tambahnya.

Anita berargumen, pembahasan yang diangkat tidak perlu yang memberatkan. Karena semua anggota adalah orang-orang yang masih dalam proses belajar, sehingga yang dibahas diangkat dari kehidupan sehari-hari, namun tetap menyentuh qalbu.

Ke depannya, Anita berharap komunitas Great Muslimah ini menjadi besar hingga masyarakat Indonesia seluruhnya bisa membenahi diri bersama-sama, kemudian membantu orang lain untuk membenahi dirinya pula. Bagi komunitas ini, mendekatkan diri kepada Allah dengan kebersamaan, selain mendapatkan kekuatan dari muslimah lainnya, kejayaan Islam juga akan semakin tegap berdiri di tangan para pemuda muslim yang bersatu meneguhkan ajaran agamanya. []

Penulis : Dhea Nadhira

Editor : Maharevin

Komentar ditutup.